RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Jalur alternatif menuju dataran tinggi Dieng via Curug Sikarim, Desa Mlandi, Kecamatan Garung, kembali memakan korban.
Mobil yang membawa rombongan wisatawan asal luar daerah terperosok ke dalam parit setelah gagal melewati tanjakan ekstrem di kawasan tersebut, Minggu (31/5/2026).
Diduga kuat, pengemudi kendaraan buta medan dan hanya mengandalkan aplikasi penunjuk arah Google Maps.
Insiden itu tepat di tikungan Watu Ceper. Titik tersebut selama ini dikenal sebagai spot paling rawan bagi pengendara yang hendak naik ke Dieng melalui jalur barat.
Baca Juga: Rem Blong, Elf Terperosok dan Tabrak Pikap di Jalur Wisata Dieng, 4 Orang Luka-Luka
Beruntung, laju mundur mobil tersebut mengarah ke sebelah kanan jalan hingga akhirnya tertahan di dalam parit. Sebab, jika kendaraan merosot ke sisi kiri jalan, bisa masuk jurang yang curam.
Kapolres Wonosobo melalui Kasi Penmas Humas Polres Wonosobo Ipda Nanang Dwi PW membenarkan terjadinya kecelakaan lalu lintas tersebut. Pihaknya memastikan tidak ada korban dalam kecelakaan tersebut.
Mengenai identitas korban maupun detail nomor polisi kendaraan, pihak kepolisian belum bisa membeberkan lebih lanjut. Karena pemilik kendaraan langsung melakukan evakuasi mandiri. Tidak melaporkan insiden tersebut secara resmi ke kantor polisi terdekat.
Kecelakaan ini kembali memantik sorotan terkait kelayakan jalur Mlandi, Garung -Sembungan, Kejajar sebagai akses wisata.
Tikungan Watu Ceper dikenal memiliki kombinasi medan yang mematikan bagi pengendara amatir. Tanjakan yang curam kondisi aspal jalan yang saat ini rusak parah.
Kombinasi ini membuat ban kendaraan rawan kehilangan traksi atau selip, terutama untuk kendaraan roda empat dengan sistem penggerak roda depan (FWD) atau yang membawa beban penuh.
"Kami sangat tidak merekomendasikan kendaraan roda empat, khususnya dari luar daerah, untuk naik ke Dieng melalui jalur Sikarim ini. Sangat berbahaya jika belum paham medan," kata Nanang.
Wisatawan diminta tetap memprioritaskan jalur utama via pos Kejajar yang secara geometris jalan jauh lebih aman dan layak dilalui. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo