Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Ratusan Jamaah Risiko Tinggi Asal Wonosobo Mendarat dengan Selamat di Jeddah

Sigit Rahmanto • Senin, 18 Mei 2026 | 16:15 WIB
Petugas kloter saat mendampingi para jamaah risiko tinggi yang telah mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Minggu (17/5/2026). (Istimewa).
Petugas kloter saat mendampingi para jamaah risiko tinggi yang telah mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Minggu (17/5/2026). (Istimewa).

 

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Sebanyak 354 jemaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) YIA 22 tiba dengan selamat di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Minggu (17/5/2026).

Kloter gabungan asal Kabupaten Wonosobo, Sleman, dan Magelang tersebut mendarat sekitar pukul 12.00 waktu Arab Saudi (WAS) dengan maskapai Garuda Indonesia GA-6522.

Penerbangan yang bertolak dari Yogyakarta International Airport (YIA) pada pukul 05.40 Subuh itu mengangkut total 360 orang.

Terdiri atas 354 jemaah dan enam petugas kloter. Rombongan ini langsung digeser menuju pemondokan di Sektor 8 Makkah, tepatnya di Number One Hotel 1.

Baca Juga: Berkah Daun Pisang Antarkan Painah Warga Wonosobo Naik Haji

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter YIA 22, Mu Hasyim mencatat, mayoritas jemaah dalam penerbangan ini masuk dalam kategori risiko tinggi (risti). Dari total jemaah yang ada, sebanyak 122 orang di antaranya telah berusia di atas 65 tahun.

Dalam dokumen resmi PPIH kloter 22 tertulis, sebanyak 297 jemaah masuk kategori risti ringan hingga berat karena penyakit penyerta. Sebelas jemaah di antaranya juga harus mendapatkan fasilitasi kursi roda selama proses pelayanan. 

Meski didominasi jemaah kategori risti, seluruh manifes jemaah kloter 22 dinyatakan laik terbang dan mendarat dalam kondisi aman.

Ketatnya pengawasan kesehatan dan pelayanan terintegrasi dari petugas kesehatan, pembimbing ibadah, hingga petugas haji daerah membuat proses embarkasi hingga pendorongan ke Makkah berjalan tanpa kendala berarti.

Di antara ratusan jemaah risti yang mendarat, terdapat Painah, 65. Warga Dusun Ngedok, Wonosobo Barat ini merupakan salah satu potret perjuangan jemaah haji daerah.

Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai penjual daun pisang tersebut akhirnya bisa berangkat ke Tanah Suci setelah mengumpulkan rupiah demi rupiah dari hasil dagangannya selama puluhan tahun. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#jemaah haji risiko tinggi #Banda King Abdulaziz #mendarat dengan selamat #jeddah