Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Dua Tahun Cakupan Imunisasi Menurun, Dinkes Wonosobo Gencar Sosialisasi

Lis Retno Wibowo • Senin, 18 Mei 2026 | 12:16 WIB

 

Dinkes Wonosobo mengadakan advokasi percepatan imunisasi rutin untuk menurunkan zero dose dan introduksi vaksin baru. (Diskominfo Wonosobo for Jawa Pos Radar Magelang)
Dinkes Wonosobo mengadakan advokasi percepatan imunisasi rutin untuk menurunkan zero dose dan introduksi vaksin baru. (Diskominfo Wonosobo for Jawa Pos Radar Magelang)

 

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Untuk menguatkan sistem kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo mengadakan advokasi percepatan imunisasi rutin untuk penurunan zero dose dan introduksi vaksin baru.

Kegiatan ini bekerja sama dengan  Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Diponegoro (LPPM Undip) dan UNICEF.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Wonosobo, Jaelan  menyampaikan, saat ini capaian angka imunisasi di Wonosobo masih kategori rendah, sehingga harus terus disosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya imunisasi.

Terlebih, dalam dua tahun terakhir cakupan imunisasi di Wonosobo mengalami penurunan sasaran. Tercatat, data tahun 2024 mencapai 66,75 persen dan  tahun 2025 turun menjadi 58,7 persen.

Baca Juga: Suspek Campak Beberapa Daerah Tinggi, Jateng Gencarkan Imunisasi dan Deteksi Dini hingga Desa

“ Advokasi ini sebagai upaya mengidentifikasi wilayah atau kelompok masyarakat yang sulit dijangkau agar petugas kesehatan bisa melakukan "Imunisasi Kejar" untuk memastikan tidak ada anak yang terlewat,” imbuhnya.

Salah satu point yang ditekankan adalah zero dose yaitu merujuk pada anak-anak yang sama sekali belum pernah mendapatkan imunisasi dasar ataupun imunisasi tidak lengkap.

Mengingat, anak-anak sangat rentan terhadap wabah penyakit berbahaya karena tidak memiliki kekebalan dasar.

“Berdasarkan data, tahun 2025  terdapat 163.942 anak zero dose di wilayah Jawa Tengah,” tambahnya.

Saat ini Pemkab Wonosobo telah menyediakan banyak lokasi untuk tempat pelaksanaan imunisasi.

 Yakni di 24 puskesmas, 5 rumah sakit, dokter, bidan, klinik praktik mandiri dan 265 desa yang juga menyediakan pos layanan imunisasi seperti posyandu.

Keberhasilan Imunisasi akan berdampak pada pembangunan daerah, diantaranya yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Produktivitas yang meningkat, Beban Kesehatan menurun dan Pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan yang meningkat.

Perwakilan LPPM Undip, Ayun Sriatmi  mengatakan bahwa pertemuan ini berawal dari keprihatinan terhadap wabah penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi lengkap pada anak, salah satunya adalah penyakit campak.

“Tujuan dari kegiatan ini salah satunya untuk menyamakan persepsi antarpemangku kepentingan pemerintah, dinas kesehatan, hingga tingkat desa. Agar semua anak di Wonosobo terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin,” ungkapnya. (rls/lis)

 

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#dinas kesehatan #jaelan #imunisasi #dinkes