Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Sekolah Rakyat Wonosobo Senilai Rp 1,1 Triliun Dikebut, Target Juni Selesai

Sigit Rahmanto • Sabtu, 16 Mei 2026 | 00:51 WIB
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo saat memantau pembangunan proyek Sekolah Rakyat di Kabupaten Wonosobo, Jumat (15/5/2026). (Sigit Rahmanto/Jawa Pos Radar Magelang)
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo saat memantau pembangunan proyek Sekolah Rakyat di Kabupaten Wonosobo, Jumat (15/5/2026). (Sigit Rahmanto/Jawa Pos Radar Magelang)

 

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo — Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Wonosobo terus dipercepat untuk mengejar target rampung pada Juni 2026. Proyek senilai Rp 1,1 triliun itu kini dikerjakan siang-malam dengan melibatkan 1.167 pekerja dan puluhan alat berat.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, meninjau langsung progres pembangunan sekolah tersebut pada Jumat (15/5/2026).

Baca Juga: Tahun Ajaran Baru, Siswa Sekolah Rakyat Temanggung Numpang Belajar di Wonosobo

Kunjungan dilakukan untuk memastikan proyek strategis nasional itu berjalan sesuai target dan siap digunakan pada awal tahun ajaran baru.

Sekolah Rakyat Wonosobo dibangun di atas lahan seluas lima hektare dengan total 28 bangunan.

Fasilitas yang dibangun meliputi gedung SD, SMP, dan SMA, asrama putra-putri, rumah susun guru, dapur umum, kantin, masjid, gedung serbaguna, guest house, hingga sarana olahraga seperti lapangan basket dan mini soccer.

Dody mengatakan, proyek tersebut sempat mengalami kendala pada tahap awal, terutama persoalan lahan yang belum sepenuhnya steril dari penguasaan masyarakat.

Kondisi itu sempat memengaruhi desain dan jadwal pengerjaan.

“Awalnya ada persoalan lahan. Itu sempat mengganggu proses pembangunan. Sekarang sudah beres, sehingga pengerjaan bisa dikebut,” kata Dody di lokasi proyek.

Menurut dia, percepatan dilakukan karena pembangunan Sekolah Rakyat menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah menargetkan sekolah berasrama tersebut dapat segera difungsikan untuk menampung anak-anak dari keluarga prasejahtera.

“Pak Presiden minta selesai tepat waktu. Kualitas juga harus tetap dijaga. Ini program yang penting karena menyangkut akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” ujarnya.

Untuk mengejar target, Kementerian PU membentuk satuan tugas khusus.

Pelaksanaan di lapangan juga melibatkan dukungan lintas sektor, mulai dari kementerian lain, badan usaha milik negara, hingga TNI.

“Semua dikerjakan bersama. Kalau ada kendala, langsung diselesaikan. Ini sudah kerja gotong royong semua pihak,” katanya.

Site Operation Manager proyek Sekolah Rakyat Wonosobo Fedik Y Hutahean, mengatakan progres pembangunan saat ini mencapai 40,57 persen.

Pekerjaan mencakup struktur utama, arsitektur, mekanikal-elektrikal-plumbing, kawasan, hingga drainase.

Ia menjelaskan, percepatan dilakukan dengan penambahan besar-besaran tenaga kerja.

Dari semula sekitar 400 pekerja, kini bertambah menjadi 1.167 orang.

Selain itu, jumlah alat berat juga ditambah. Saat ini terdapat 12 ekskavator, empat concrete pump, dan tiga crane yang dibagi ke setiap zona pekerjaan.

“Setiap zona punya alat sendiri, jadi tidak ada antre alat atau tunggu pengecoran. Semua berjalan bersamaan,” ujar Fedik.

Pekerjaan juga dilakukan dalam dua sif. Aktivitas dimulai sejak pukul 06.30 untuk sif pagi, sedangkan sif malam dimulai pukul 18.30.

Khusus pengecoran dan pekerjaan fabrikasi, pengerjaan berlangsung hingga pukul 04.00.

Fedik mengatakan, kondisi cuaca Wonosobo menjadi tantangan tersendiri.

Suhu dingin dan kabut yang sering turun, terutama pagi dan malam hari, membuat pelaksana harus menyesuaikan pola kerja.

“Karena cuaca dingin dan berkabut, kami majukan jam kerja. Pagi mulai lebih awal. Malam juga tetap jalan untuk pekerjaan tertentu,” katanya.

Metode konstruksi juga diubah agar pekerjaan lebih cepat.

Salah satunya dengan penggunaan plat bondek pada struktur bangunan, sehingga pemasangan lebih efisien.

Siklus penggunaan bekisting juga dipersingkat.

Fedik optimistis target penyelesaian pada Juni bisa tercapai.

Seluruh bangunan ditargetkan selesai secara fungsional sehingga siap digunakan sesuai jadwal operasional. 

“Target kami Juni selesai secara fungsional seluruhnya. Jadi bangunan sudah siap digunakan untuk kegiatan belajar,” tambahnya. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#menteri pekerjaan umum dodi hanggodo #target juni selesai #sekolah rakyat wonosobo