RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Perumda Air Minum Tirta Aji Wonosobo menepis isu kenaikan tarif air yang belakangan ramai dibicarakan masyarakat di kanal media sosial.
Perusahaan daerah itu memastikan tidak ada kebijakan penyesuaian tarif baru.
Kenaikan tagihan yang dikeluhkan sejumlah pelanggan disebut murni karena volume pemakaian air dan faktor teknis di instalasi rumah.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Perumda Tirta Aji Wonosobo Muchammad Sjahid, Rabu (13/5/2026).
Baca Juga: Tak Hanya Fokus Layani Air, Perumda Tirta Aji Wonosobo Bantu Bedah Rumah Warga Tak Layak Huni
Sjahid menegaskan tarif air terakhir kali disesuaikan pada 2022. Hingga kini, tarif masih sama dan berlaku sesuai golongan pelanggan, yang disesuaikan mulai dari golongan R1 hingga R4.
“Empat tahun ini tidak ada kenaikan tarif. Tarif masih seperti sebelumnya, dihitung berdasarkan golongan pelanggan dan volume pemakaian air,” ujarnya.
Meski demikian, pihaknya mengakui aduan lonjakan tagihan hampir setiap waktu diterima.
Menurut dia, PDAM terbuka terhadap setiap keluhan pelanggan dan selalu menindaklanjuti dengan pemeriksaan langsung.
“Kalau ada keluhan, kami tidak pernah menolak. Bisa datang langsung ke kantor atau melalui kanal resmi. Semua kami cek,” katanya.
Sjahid menjelaskan, tagihan air dihitung berdasarkan angka riil yang tercatat di water meter pelanggan.
Karena itu, bila nominal pembayaran meningkat, dipastikan ada penyebab di lapangan.
Mulai penggunaan air yang meningkat, kebocoran instalasi, hingga akumulasi tunggakan pembayaran.
“Perhitungan berdasarkan pemakaian nyata di meter. Jadi bukan berdasarkan perkiraan atau sekadar merasa penggunaan air tidak berubah,” jelasnya.
Ia menyontohkan salah satu kasus pelanggan di wilayah Sambek, Kecamatan Wonosobo, yang sempat mengeluhkan tagihan air naik signifikan melalui media sosial.
Setelah petugas turun ke lapangan, ditemukan kebocoran pipa di instalasi rumah pelanggan.
Kebocoran tersebut diketahui hanya diperbaiki seadanya menggunakan tali rafia tanpa dilaporkan ke petugas.
Selain itu, nominal tagihan yang mencapai lebih dari Rp 400 ribu juga merupakan akumulasi tunggakan selama tiga bulan.
Menurut Sjahid, peningkatan pemakaian juga kerap terjadi setelah Lebaran karena aktivitas rumah tangga bertambah.
Karena itu, pelanggan diminta rutin memeriksa meter air untuk mengetahui konsumsi aktual dan mengantisipasi kebocoran yang tidak terdeteksi.
Ia juga mengimbau masyarakat tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa konfirmasi.
Menurutnya, Tirta Aji tetap membuka ruang komunikasi agar persoalan pelayanan bisa diselesaikan dengan cepat.
“Kami terbuka terhadap seluruh aduan. Komitmen kami pelayanan tetap transparan, akuntabel, dan berpihak pada masyarakat,” pungkasnya. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo