Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Berawal dari Pasutri Berbagi Sebungkus Nasi, lahir Inovasi Penunggu Pasien Kelas 3 RSUD Setjonegoro Dapat Makan Gratis

Sigit Rahmanto • Kamis, 14 Mei 2026 | 22:09 WIB
Tim Asistensi Bupati saat berkunjung ke RSUD Setjonegoro Wonosobo. (Istimewa)
Tim Asistensi Bupati saat berkunjung ke RSUD Setjonegoro Wonosobo. (Istimewa)

 

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Pemandangan sederhana di warung pinggir jalan justru menjadi pemicu lahirnya inovasi sosial di RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo.

Dari kisah sepasang suami istri yang berbagi satu bungkus nasi saat menunggui anaknya dirawat, rumah sakit daerah itu kini menggratiskan makan bagi penunggu pasien kelas 3.

Program tersebut dipaparkan Direktur RSUD KRT Setjonegoro, dr Danang Sananto, dalam rapat bersama Tim Asistensi Bupati Wonosobo di Aula Wijayakusuma, Rabu (13/5/2026).

Baca Juga: Lonjakan Mudik Lebaran, RSUD Setjonegoro Wonosobo Siaga Penuh, Fokus Layanan Gawat Darurat

Danang mengisahkan, ide itu muncul saat dirinya melihat langsung kondisi keluarga pasien yang serba terbatas secara ekonomi.

Pemandangan itu meninggalkan kesan mendalam dan mendorongnya mencari solusi agar keluarga pasien tidak ikut menanggung beban tambahan selama mendampingi perawatan.

Program pembagian makan gratis bagi penunggu pasien kelas 3 tersebut sudah berjalan sejak 2022.

Setiap hari, makanan dibagikan tiga kali. Program ini menyasar keluarga pasien yang selama ini kerap harus bertahan berhari-hari di rumah sakit dengan keterbatasan biaya.

Selain itu, RSUD KRT Setjonegoro juga mengembangkan sejumlah inovasi layanan lain.

Salah satunya program Sobo Paku Anting yang fokus pada penanganan stunting melalui konseling gizi, edukasi tumbuh kembang anak, hingga kunjungan rumah bagi pasien yang membutuhkan tindak lanjut.

Di sektor layanan darurat, rumah sakit juga meluncurkan program Ambulance Jago atau Siap Jemput Ambulans Gratis Oke.

Layanan ini memberikan fasilitas penjemputan pasien gawat darurat maupun korban kecelakaan tanpa biaya, lengkap dengan pendampingan tenaga medis.

Danang menambahkan, RSUD KRT Setjonegoro kini telah resmi naik status menjadi rumah sakit tipe B.

Peningkatan itu ditopang penguatan fasilitas, alat kesehatan, hingga penambahan tenaga medis.

“Saat ini sekitar 90 persen pasien kami peserta BPJS. Kami pastikan tidak ada pembedaan layanan antara pasien BPJS maupun pasien umum,” tegasnya.

Ketua Tim Asistensi Bupati Wonosobo, Idham Cholid, mengapresiasi terobosan yang dilakukan rumah sakit daerah tersebut.

Menurut dia, rumah sakit pemerintah harus mampu membangun pelayanan yang profesional sekaligus humanis agar kepercayaan masyarakat meningkat.

Idham menilai, kualitas pelayanan rumah sakit tidak cukup diukur dari gedung atau alat kesehatan semata.

Sikap pelayanan kepada masyarakat menjadi faktor penting yang menentukan kepuasan pasien. (git/lis)

 

 

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#Tim Asistensi Bupati #penunggu pasien dapat makan #sobo paku anting #RSUD Setjonegoro #dr danang sananto sasongko