Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

RS PKU Muhammadiyah Wonosobo Buka Layanan Baru: Sinergikan Pengobatan Modern dan Tradisional

Sigit Rahmanto • Senin, 11 Mei 2026 | 11:47 WIB
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat ketika mengunjungi RS PKU Muhammadiyah Wonosobo. RS tersebut membuka layanan baru kesehatan tradisional Asiri Syifa sekaligus Pusat Rehabilitasi Medik dan Terapi Fisik. (Ist)
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat ketika mengunjungi RS PKU Muhammadiyah Wonosobo. RS tersebut membuka layanan baru kesehatan tradisional Asiri Syifa sekaligus Pusat Rehabilitasi Medik dan Terapi Fisik. (Ist)

 

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo— Di tengah dominasi layanan medis modern, RSU PKU Muhammadiyah Wonosobo menghadirkan terobosan baru.

Yakni meluncurkan layanan kesehatan tradisional Asiri Syifa sekaligus Pusat Rehabilitasi Medik dan Terapi Fisik. 

Peluncuran layanan itu menjadi upaya rumah sakit memadukan pengobatan konvensional dengan terapi tradisional berbasis herbal, akupunktur, bekam, hingga terapi akuatik.

Direktur RS PKU Muhammadiyah Wonosobo, Dedi Prasetyo, mengatakan layanan itu dihadirkan sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat yang menginginkan alternatif pengobatan selain terapi konvensional.

Baca Juga: Poliklinik Kembali Buka Usai Lebaran, Pasien di RS PKU Muhammadiyah Wonosobo Melonjak

“Kami tidak mempertentangkan pengobatan medis dengan pengobatan tradisional. Justru keduanya kami sinergikan. Dokter-dokter spesialis juga mendukung terapi tradisional ini sebagai pilihan bagi pasien,” kata Dedi, Sabtu (9/5/2026).

Ia menjelaskan, layanan yang tersedia meliputi klinik herbal, akupunktur, bekam, hingga terapi akuatik untuk mendukung rehabilitasi medik.

Menurut dia, sejumlah layanan seperti akupunktur bahkan sudah mendapat respons positif dari masyarakat.

“Pasien-pasien penyakit kronis banyak yang mencari alternatif selain minum obat terus-menerus. Karena itu kami hadirkan layanan kesehatan tradisional sebagai pilihan terapi,” ujarnya.

Dedi menambahkan, rumah sakit juga telah menyiapkan tenaga medis tersertifikasi di bidang herbal dan jamu.

Mulai dari dokter hingga apoteker telah menjalani pelatihan khusus agar layanan tradisional tetap berbasis kajian ilmiah.

Sementara itu, Bupati Afif Nurhidayat yang melihat secara langsung menilai langkah RS PKU Muhammadiyah Wonosobo merupakan inovasi yang mampu menangkap peluang sekaligus menjawab budaya masyarakat yang sejak lama akrab dengan tanaman obat keluarga.

“Dari dulu masyarakat kita mengenal tanaman obat di pekarangan rumah, seperti kunyit, kencur, dan berbagai rempah lain. Hari ini itu dikembangkan secara lebih ilmiah dan profesional oleh rumah sakit,” kata Afif.

Ia menyebut kehadiran layanan kesehatan tradisional di rumah sakit dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin menjalani terapi herbal tetapi tetap berada dalam pengawasan tenaga medis.

Menurut Afif, tingginya jumlah pasien rawat jalan di RS PKU Muhammadiyah Wonosobo menunjukkan kebutuhan layanan kesehatan terus meningkat.

Dalam sehari, jumlah pasien disebut mencapai sekitar 800 orang.

“Sekarang masyarakat yang suka pengobatan herbal tidak perlu lagi meracik sendiri tanpa pendampingan. Di sini semua dilakukan dengan ilmu dan tenaga ahli,” ujarnya.(git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#Dedi Prasetyo #layanan baru #BUpati Wonosobo afif Nurhidayat #RS PKU Muhammadiyah Wonosobo