RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Jembatan Stanmelo yang rusak diterjang banjir kini sudah dapat dilalui lagi.
Nama jembatan diubah menjadi Jembatan Garuda.
Infrastruktur ini menjadi penghubung vital antara Desa Kaliguwo, Kecamatan Kaliwiro, dengan Desa Kalidadap, Kecamatan Wadaslintang.
Kepala Desa Kaliguwo, Paijo, mengatakan kehadiran jembatan tersebut sangat membantu aktivitas masyarakat.
Menurut dia, warga kini tidak perlu lagi menempuh jalur memutar hingga puluhan kilometer.
“Alhamdulillah masyarakat sangat terbantu, antusias dan senang sekali. Terima kasih kepada Bapak Presiden,” ujar Paijo saat ditemui di lokasi, Senin (4/5/2026).
Jembatan tersebut sebelumnya mengalami kerusakan serius akibat banjir bandang Sungai Luk Ulo pada akhir November 2024.
Arus deras menghantam struktur jembatan hingga tidak lagi aman dilalui.
Dalam kondisi darurat, warga sempat melakukan perbaikan seadanya menggunakan bambu agar tetap bisa melintas.
Namun, upaya itu tidak bertahan lama karena perubahan arus sungai membuat struktur jembatan semakin rapuh dan berbahaya.
Demi keselamatan, akses jembatan sepanjang 75 meter itu akhirnya ditutup total.
Akibatnya, warga harus memutar jauh untuk menuju desa tetangga, yang berdampak pada aktivitas ekonomi dan pendidikan.
Siswa SMP Negeri 3 Wadaslintang, misalnya, terpaksa menempuh perjalanan lebih panjang untuk berangkat ke sekolah.
Aktivitas perdagangan warga juga ikut terhambat.
Pembangunan kembali jembatan dilakukan oleh Kodim 0707 Wonosobo atas instruksi Presiden Prabowo Subianto.
Proses pengerjaan dimulai pada Januari 2026 dengan melibatkan gotong royong antara TNI dan masyarakat setempat.
Dalam waktu relatif singkat, jembatan tersebut berhasil diselesaikan dan kini sudah dapat digunakan kembali secara normal, termasuk oleh kendaraan roda dua.
Paijo menyebut, sejak sekitar dua pekan setelah Idul Fitri, arus lalu lintas warga telah kembali lancar.
Bahkan, warga setempat berencana menggelar syukuran sebagai bentuk rasa syukur atas kembali berfungsinya jembatan tersebut.
“Ini sangat membantu perekonomian warga, termasuk anak-anak sekolah. Pedagang juga sekarang sudah bisa lewat lagi,” katanya.
Dengan konstruksi yang lebih kuat, Jembatan Garuda diharapkan mampu menjadi infrastruktur yang andal dan tahan terhadap kondisi alam.
Kehadirannya pun membawa harapan baru bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar mobilitas dan memulihkan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo