Mobil Dakwah untuk Pelosok, Dari Dana Umat Kembali untuk Umat
H. Arif Riyanto• Minggu, 3 Mei 2026 | 16:51 WIB
Mobil layanan dakwah resmi diserahkan kepada Yayasan Nurul Yaqin Syafi’iyah di Dusun Dadapan, Desa Sidoarjo, Kecamatan Garung, Wonosobo, Sabtu (1/5/2026). Bantuan dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melalui mitra kemaslahatan NU Care-LAZISNU itu merupakan aspirasi Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Wibowo Prasetyo.
RADARMAGELANG.ID, Wonosobo— Mobil layanan dakwah resmi diserahkan kepada Yayasan Nurul Yaqin Syafi’iyah di Dusun Dadapan, Desa Sidoarjo, Kecamatan Garung, Wonosobo, Sabtu (1/5/2026).
Bantuan dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melalui mitra kemaslahatan NU Care-LAZISNU itu merupakan aspirasi Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Wibowo Prasetyo.
Bantuan tersebut bukan sekadar kendaraan operasional, melainkan sarana untuk memperluas layanan dakwah, pendidikan keagamaan, kegiatan sosial, hingga pelayanan umat di wilayah pelosok.
Kehadiran mobil dakwah ini diharapkan dapat memperkuat gerak Yayasan Nurul Yaqin Syafi’iyah dalam melayani masyarakat.
Ketua Yayasan Nurul Yaqin Syafi’iyah, Kiai Slamet Chasani, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan tersebut.
Ia mengenang perjuangan panjang pendirian Madrasah Diniyah Nurul Yaqin yang dibangun dari nol melalui swadaya masyarakat.
“Dari pembebasan tanah sampai berdirinya gedung dua lantai, semua berkat gotong royong masyarakat. Bahkan banyak penjual megono di Wonosobo yang ikut membantu,” tuturnya.
Aspirasi Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Wibowo Prasetyo.
Sekretaris LAZISNU PBNU Moesafa menjelaskan bahwa bantuan yang diserahkan berupa satu unit mobil Avanza tipe G lengkap dengan branding dan perlengkapan pendukung layanan dakwah.
"Total nilai bantuan sekitar Rp321 juta. Ini diharapkan dapat digunakan secara maksimal untuk kepentingan dakwah dan kemaslahatan umat,” jelasnya.
Senior Asisten Manajer Pelaporan Kemaslahatan BPKH Adityo Negoro menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari pengelolaan dana umat yang dikembalikan untuk kemaslahatan.
Menurutnya, BPKH mengelola dana haji sekitar Rp176 triliun, dengan nilai manfaat sekitar Rp12 triliun per tahun yang antara lain digunakan untuk mendukung subsidi jamaah haji.
Selain itu, terdapat Dana Abadi Umat sekitar Rp4 triliun dengan nilai manfaat sekitar Rp204 miliar per tahun untuk pendidikan, dakwah, sarana ibadah, tanggap bencana, dan pemberdayaan ekonomi umat.
Wibowo Prasetyo menegaskan bahwa aspirasi masyarakat, baik dari pesantren, madrasah, yayasan, maupun masyarakat umum, harus terus diperjuangkan tanpa sekat.
Ia berpesan agar bantuan mobil layanan dakwah tersebut digunakan dengan penuh tanggung jawab, dikelola secara tertib, serta dilaporkan sesuai ketentuan.
“Pergunakan mobil ini sebaik-baiknya untuk syiar agama dan layanan umat. Harus ada disiplin dalam pelaporan dan monitoring agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Penyerahan mobil dakwah ini menjadi bukti bahwa sinergi antara umat, lembaga kemaslahatan, dan negara dapat menghadirkan manfaat nyata hingga ke daerah.
Dari dana umat, bantuan ini kembali untuk umat; dari satu mobil, harapan dan pelayanan kini dapat bergerak lebih jauh. (aro)