Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Wonosobo Bidik 1.400 Peserta Sekolah Online Orang Dewasa Baru, Strategi Kejar Ketertinggalan Pendidikan

Sigit Rahmanto • Selasa, 28 April 2026 | 16:47 WIB
Kepala Disdikpora Kabupaten Wonosobo. (Istimewa)
Kepala Disdikpora Kabupaten Wonosobo. (Istimewa)

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Pemerintah Kabupaten Wonosobo akan kembali melanjutkan program untuk mengejar ketertinggalan pendidikan masyarakat melalui program Sekolah Online Orang Dewasa (SOOD).

Tahun ini, jumlah peserta baru ditarget minimal menyamai capaian sebelumnya, yakni sekitar 1.400 orang.

Program tersebut diposisikan sebagai solusi bagi warga yang putus sekolah atau belum sempat menuntaskan pendidikan menengah. 

Dengan sistem pembelajaran berbasis aplikasi, peserta tetap bisa belajar tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun aktivitas harian.

Kepala Disdikpora Wonosobo Musofa mengatakan, program SOOD hingga kini masih berjalan dan terus dievaluasi.

Pemkab menilai model pembelajaran digital cukup efektif menjangkau masyarakat, terutama kalangan dewasa yang selama ini sulit kembali ke bangku sekolah formal.

“SOOD sampai sekarang masih terus jalan karena aplikasinya sudah tersedia. Saya cek langsung ke peserta, mereka bisa mengikuti pembelajaran dengan baik. Artinya sarana yang kami siapkan efektif,” ujarnya belum lama ini.

Baca Juga: Pemkab Wonosobo Luncurkan Sekolah Online Orang Dewasa, Percepat Kenaikan IPM

Pada pelaksanaan sebelumnya, jumlah pendaftar mencapai 1.411 orang dan seluruh kecamatan di Wonosobo telah berpartisipasi.

Meski begitu, sebaran peserta masih belum merata. Ada kecamatan yang mampu mendaftarkan ratusan warga, namun ada pula yang jumlahnya masih rendah.

Karena itu, Pemkab mulai menggencarkan sosialisasi lebih luas. Kepala desa, operator sekolah, dan berbagai pemangku kepentingan telah dilibatkan agar penjaringan peserta tahun ini lebih optimal.

Selain mengejar kuantitas, pemerintah juga menyiapkan perluasan sasaran usia peserta. Jika sebelumnya SOOD diperuntukkan warga usia 25 tahun ke atas, ke depan batas usia direncanakan diturunkan menjadi 19 tahun.

Langkah itu dinilai strategis untuk menampung lulusan SMP yang tak mampu melanjutkan ke jenjang SMA.

Dengan demikian, mereka tetap memiliki kesempatan memperoleh ijazah setara sekolah menengah atas.

“Kalau usia 19 tahun sudah masuk SOOD dan lulus, dampaknya akan besar terhadap peningkatan kualitas SDM sekaligus angka rata-rata lama sekolah ke depan,” jelas Musofa.

Saat ini rata-rata lama sekolah di Wonosobo masih berada di angka 6,91 tahun. Pemkab menargetkan hingga 2029 bisa menembus lebih dari 7 tahun. Musofa mengakui target itu tidak mudah dicapai.

Namun dengan perluasan peserta SOOD dan dukungan semua pihak, pemerintah optimistis ketertinggalan pendidikan masyarakat perlahan bisa ditekan.

“Naik satu digit saja berat. Tapi kalau gerakan ini didukung bersama-sama, kami yakin target itu bisa tercapai,” tandasnya. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#Kepala Disdikpora Kabupaten Wonosobo #Sekolah online orang dewasa #Pembelajaran Digital #musofa