RADARMAGELANG.ID, Wonosobo— Peresmian ruas jalan Jengkol–Tlogo di Kecamatan Garung, Jumat (24/4/2026), tak sekadar menandai rampungnya proyek infrastruktur. Di balik mulusnya akses baru itu, tersimpan cerita gotong royong warga yang rela menghibahkan tanah demi pembangunan.
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat menegaskan, kontribusi masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan proyek tersebut. Menurutnya, pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa keterlibatan langsung warga.
“Pembangunan ini tidak hanya karena pemerintah, tetapi juga karena keikhlasan masyarakat yang menghibahkan tanahnya. Ini yang kami maknai sebagai membangun bersama,” katanya.
Peresmian berlangsung di Lapangan Desa Tlogo diawali dengan touring forkopimda hingga ruas jalan baru, dilanjutkan fun walk bersama ribuan warga. Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar menjadi penegas bahwa proyek tersebut memang dinantikan.
Ruas Jengkol–Tlogo dinilai strategis karena membuka akses baru bagi distribusi hasil pertanian sekaligus mendukung pengembangan kawasan wisata menuju Telaga Menjer. Selama ini, keterbatasan akses menjadi salah satu kendala mobilitas warga.
“Dengan jalan ini, distribusi hasil pertanian lebih lancar dan potensi wisata bisa berkembang,” imbuh Afif.
Pemkab Wonosobo pada 2025 menggelontorkan anggaran sekitar Rp 164 miliar untuk berbagai sektor pembangunan. Tak hanya infrastruktur jalan, tetapi juga jembatan, irigasi, sanitasi, pendidikan, kesehatan, hingga penguatan sektor pertanian dan perhubungan.
Namun, Afif menegaskan besarnya anggaran bukan indikator utama keberhasilan. Ia menekankan pentingnya dampak nyata yang dirasakan masyarakat. “Kalau masyarakat merasa dimudahkan, ekonomi bergerak, dan akses layanan lebih baik, di situlah keberhasilan,” ujarnya.
Ketua panitia peresmian, M. Kristijadi menambahkan bahwa semangat kebersamaan menjadi fondasi utama pembangunan tahun 2025. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat harus terus dijaga.
“Yang dibangun bukan hanya fisik, tapi juga rasa memiliki. Itu yang membuat pembangunan bisa berkelanjutan,” katanya.
Pemkab pun mengingatkan bahwa setelah diresmikan, tanggung jawab beralih menjadi milik bersama. Infrastruktur yang telah terbangun harus dirawat agar manfaatnya tidak berhenti dalam jangka pendek.
Dengan pola pembangunan berbasis partisipasi ini, pemerintah daerah optimistis pemerataan pembangunan di Wonosobo bisa terus berjalan, sekaligus memperkuat daya saing daerah di berbagai sektor. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo