RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Pemerintah Kabupaten Wonosobo tancap gas memperluas cakupan program cek kesehatan gratis (CKG) di 2026.
Tak lagi mengandalkan pola pasif, strategi jemput bola kini jadi andalan untuk mengejar target 54 persen.
Langkah ini diambil setelah capaian 2025 menunjukkan tren positif. Realisasi program mencapai 39,20 persen, melampaui target nasional 36 persen. Dari total sasaran 920.506 jiwa, sebanyak 360.851 warga telah mendapatkan layanan pemeriksaan gratis.
Kepala Dinas Kesehatan Wonosobo, Jaelan menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi fondasi untuk akselerasi tahun ini.
Baca Juga: Jemput Bola CKG, Puskesmas Srumbung Magelang Temukan 9 Penderita TBC
“Target 2026 kita naikkan menjadi 54 persen dari 929.725 jiwa. Ini bukan angka kecil, sehingga pendekatan layanan harus kita ubah lebih agresif,” tegasnya dalam kegiatan pendampingan, koordinasi, evaluasi, serta kick off pelaksanaan CKG 2026, Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, pola konvensional tak lagi cukup. Karena itu, layanan kini didorong langsung mendekati masyarakat melalui berbagai titik aktivitas.
“CKG sekarang tidak hanya menunggu di fasilitas kesehatan. Kami buka layanan berdasarkan permintaan, bisa di OPD, perusahaan, komunitas, bahkan kegiatan sosial masyarakat,” ujarnya.
Hingga pekan ke-15 April 2026, capaian sementara sudah menyentuh 14,37 persen atau 133.639 orang. Meski cukup progresif di awal tahun, angka tersebut dinilai masih perlu dorongan signifikan.
Jaelan menyebut, pendekatan berbasis komunitas terbukti paling efektif. Hal ini terlihat dari capaian kelompok usia sekolah dan remaja yang menembus 79,35 persen.
“Pendekatan melalui sekolah dan pondok pesantren sangat membantu. Penjangkauan bisa dilakukan secara kolektif dan lebih cepat,” jelasnya.
Di sisi lain, tingkat partisipasi masyarakat juga tergolong tinggi. Dari 369.514 pendaftar pada 2025, sebanyak 97,65 persen berhasil dilayani.
“Artinya, kepercayaan masyarakat sudah terbentuk. Ini modal penting untuk memperluas cakupan di tahun berikutnya,” katanya.
Untuk menopang percepatan, layanan CKG didukung 24 puskesmas, lima rumah sakit, serta sembilan klinik pratama mitra BPJS yang tersebar di seluruh wilayah Wonosobo.
Meski layanan terus diperluas, Dinkes mengingatkan bahwa peran aktif masyarakat tetap krusial. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo