Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Harga Kedelai dan Minyak Goreng Naik, Pemkab Wonosobo Jajaki Intervensi Pasar

Sigit Rahmanto • Kamis, 9 April 2026 | 18:20 WIB
Kabag Perekonomian Setda Wonosobo, Lintang Esti Pramanasari. (Istimewa)
Kabag Perekonomian Setda Wonosobo, Lintang Esti Pramanasari. (Istimewa)

 

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Lonjakan harga sejumlah komoditas pasca Lebaran mulai terasa di tingkat lokal. Pemerintah Kabupaten Wonosobo mengakui kenaikan harga kedelai, plastik, hingga minyak goreng dipicu faktor global yang sulit dikendalikan dari daerah.

Kabag Perekonomian Setda Wonosobo, Lintang Esti Pramana, mengungkapkan harga kedelai mengalami kenaikan signifikan dari semula Rp 9.000 menjadi Rp 11.000 per kilogram. Kenaikan ini disebut berdampak langsung pada pelaku usaha kecil, khususnya produsen olahan berbahan dasar kedelai.

“Pasca Lebaran ini memang dampaknya lebih ke situasi global. Kedelai itu kan impor, jadi kita memang agak kesulitan dengan pasokannya,” ujar Lintang saat dikonfirmasi, Kamis (9/4/2026).

Tak hanya kedelai, harga plastik juga ikut merangkak naik. Lintang menyebut bahan baku plastik yang sebagian besar dari China membuat fluktuasi harga sulit dikendalikan di level daerah.

“Plastik itu juga sama, karena dari luar negeri. Jadi di konteks lokal kita agak sulit mengontrol. Perubahannya cepat,” katanya.

Baca Juga: Kedelai dan Plastik Melambung, Perajin Tempe di Kota Magelang Kurangi Volume, Harga Jual Tetap

Sementara itu, kenaikan harga minyak goreng juga menjadi perhatian. Berdasarkan informasi yang diterima Pemkab, pasokan dari produsen di tingkat pusat disebut mengalami penurunan, meski penyebab pastinya belum diketahui. “Ketersediaan barang dari pabrik memang berkurang. Ini yang masih kami dalami penyebabnya,” jelasnya.

Pemkab Wonosobo, lanjut Lintang, tengah menjajaki kemungkinan intervensi pasar guna menekan lonjakan harga, termasuk berkoordinasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog). Namun, langkah tersebut masih dalam tahap komunikasi awal.

Di sisi lain, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) disebut tetap melakukan pemantauan harga secara rutin setiap pekan melalui tim teknis di lapangan.

Jika kenaikan berlanjut, intervensi seperti operasi pasar tidak menutup kemungkinan akan dilakukan.

“Kalau memang ada peningkatan lagi, ya intervensi pasti kita lakukan. Tidak hanya operasi pasar, tapi langkah lain juga,” tegasnya.

Berdasarkan tren sementara, tiga komoditas yakni kedelai, plastik, dan minyak goreng menjadi penyumbang kenaikan harga tertinggi.

Kondisi ini juga selaras dengan perkembangan di tingkat nasional yang turut dipengaruhi dinamika pasar internasional. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#intervensi pasar #harga kedelai naik #dampak global #Lintang Esti Pramanasari #kabag perekonomian setda temanggung