Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Banjir Saluran Wanganaji Berulang, Pemkab Wonosobo Akui Penanganan Belum Maksimal, Wacanakan Sodetan dari Saluran Irigasi

Sigit Rahmanto • Selasa, 7 April 2026 | 17:04 WIB
Pembenahan dan pembersihan saluran drainase oleh petugas dari bidang SDA DPU PR Kabupaten Wonosobo pasca terjadi banjir beberapa waktu lalu. (Bidang SDA DPUPR for Jawa Pos Radar Magelang).
Pembenahan dan pembersihan saluran drainase oleh petugas dari bidang SDA DPU PR Kabupaten Wonosobo pasca terjadi banjir beberapa waktu lalu. (Bidang SDA DPUPR for Jawa Pos Radar Magelang).

 

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Pemerintah Kabupaten Wonosobo mengakui penanganan banjir di sejumlah titik belum maksimal.

Meskipun berbagai upaya telah dilakukan dalam beberapa waktu terakhir.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah kawasan sekitar Dusun Jawar yang kerap terdampak genangan saat hujan deras.

Kepala Bidang Sumber Daya Air DPU PR Kabupaten Wonosobo, Budi Setiyono menyampaikan pasca peristiwa banjir luapan saluran air di kawasan Wanganaji, Kampung Jawar, Dusun Klesman, Desa Blederan, Mojotengah, Jumat (3/4/2026) telah dilakukan beberapa penanganan.

Namun pihaknya mengakui jika penanganan banjir itu belum sepenuhnya optimal. 

“Upaya yang kami lakukan memang belum sepenuhnya menuntaskan persoalan. Namun, alhamdulillah sudah cukup membantu mengurangi durasi banjir. Kalau sebelumnya genangan bisa berlangsung lama, sekarang paling sekitar setengah jam sudah surut,” ujarnya saat dikonfirmasi via telepon, Selasa (7/4/2026).

Menurutnya, penanganan awal difokuskan pada normalisasi drainase di sisi jalan. Termasuk pembersihan saluran air dan gorong-gorong dari sedimentasi.

Langkah ini dinilai cukup efektif mengurangi dampak genangan, meskipun belum menjadi solusi permanen.

Budi menjelaskan, penyebab banjir tidak hanya berasal dari kapasitas saluran yang terbatas.

Faktor eksternal seperti sampah juga menjadi pemicu utama tersumbatnya aliran air, terutama di area jembatan.

“Beberapa waktu lalu terjadi penyumbatan akibat sampah bambu yang tersangkut di jembatan. Kondisi ini membuat air meluap karena aliran tidak lancar. Ini memang sulit dikendalikan karena sumbernya dari hulu,” jelasnya.

Selain pembersihan rutin, Dinas Pekerjaan Umum juga melakukan penanganan darurat berupa pembersihan gorong-gorong serta perbaikan saluran yang mengalami pendangkalan.

Namun, ia menegaskan langkah tersebut masih bersifat jangka pendek.

Untuk penanganan jangka panjang, Pemkab Wonosobo tengah mengkaji pembangunan sodetan dari saluran irigasi yang posisinya lebih tinggi dari titik genangan.

Skema ini diharapkan mampu mengurangi debit air yang masuk ke kawasan rawan banjir.

“Rencana sodetan ini masih dalam tahap kajian. Kami sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai. Perlu pembahasan lebih lanjut karena membutuhkan anggaran besar serta lahan untuk pembangunan saluran,” ungkapnya.

Di sisi lain, kondisi saluran irigasi yang dimanfaatkan masyarakat juga menjadi tantangan.

Baca Juga: Satu Bangunan Liar di Atas Sungai Wanganaji Wonosobo Kembali Dibongkar, Pemkab Siapkan Skema Penegakan Hukum bagi yang Bandel

Banyaknya bangunan pengambilan air atau anggel menyebabkan sedimentasi tertahan dan mengurangi kapasitas aliran air.

Pihaknya memastikan jika penanganan akan terus dilakukan secara bertahap.

Namun tanpa solusi permanen dan penataan menyeluruh dari hulu hingga hilir, banjir luapan di jalur utama Wonosobo–Dieng diperkirakan akan terus menjadi siklus tahunan. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#saluran wanganaji #jawar #DPUPR Kabupaten Wonosobo #banjir #meluap