Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Puncak Festival Balon Udara Tinggalkan 3,23 Ton Sampah, DLH Siapkan Konsep Zero Waste

Sigit Rahmanto • Senin, 30 Maret 2026 | 15:51 WIB
Kondisi TPA Wonorejo, yang saat ini terus mengalami beban berlebih akibat sampah terus menumpuk. Puncak Festival Mudik 2026 dengan event penerbangan balon di alun-alun meninggalkan 3,23 ton sampah
Kondisi TPA Wonorejo, yang saat ini terus mengalami beban berlebih akibat sampah terus menumpuk. Puncak Festival Mudik 2026 dengan event penerbangan balon di alun-alun meninggalkan 3,23 ton sampah. (Sigit Rahmanto/Jawa Pos Radar Magelang).

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo — Puncak Festival Mudik Balon Udara 2026 di Alun-alun Wonosobo tak hanya menyisakan kemeriahan.

Di balik membeludaknya pengunjung dan puluhan balon udara yang menghiasi langit, kegiatan tersebut juga menghasilkan 3,23 ton sampah hanya dalam sehari.

Data tersebut dicatat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wonosobo pada pelaksanaan puncak festival, Minggu (29/3/2026). Tingginya volume sampah sebanding dengan antusiasme masyarakat yang memadati lokasi sejak dini hari.

“Festival mudik khususnya event balon udara hari Minggu 29 Maret di alun-alun, volume sampah yang dihasilkan 3,23 ton,” ujar Kepala DLH Kabupaten Wonosobo Endang Lisdiyaningsih Senin (30/3/2026) siang.

Menurutnya, angka tersebut menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan festival tahun berikutnya.

Penanganan sampah dinilai harus dirancang sejak awal agar tidak menumpuk saat kegiatan berlangsung.

Baca Juga: Bersih Sampah Serentak, Gaungkan Wonosobo Asri

DLH pun mulai menyiapkan konsep penyelenggaraan festival tahun 2027 dengan perencanaan pengelolaan sampah yang lebih matang sejak tahap awal.

“Tentunya untuk tahun 2027 terkonsep dari awal terkait target kemeriahan dan target menekan sampah yang dihasilkan dari event tersebut,” tambahnya.

Konsep yang disiapkan mengacu pada prinsip zero waste, yakni pengurangan sampah sejak dari sumbernya.

Konsep tersebut akan dituangkan dalam aturan dan rencana aksi yang melibatkan seluruh pihak yang terlibat dalam festival.

“Sudah dibahas konsep dari awal penyelenggaraan berprinsip zero waste, dengan rencana aksi aturan-aturan terkait penanganan sampah baik dari peserta, penyelenggara, pengunjung, sarana fasilitas acara yang lain termasuk pedagang,” jelasnya.

DLH akan melibatkan berbagai pihak dalam penerapan konsep tersebut, mulai dari peserta balon udara, penyelenggara, pedagang, hingga pengunjung.

Selain itu, satuan tugas penanganan sampah juga akan dioptimalkan dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) dalam edukasi dan aksi di lapangan.

DLH mengimbau seluruh pihak yang terlibat dalam festival untuk lebih disiplin dalam mengelola sampah selama kegiatan berlangsung.

 Kesadaran bersama dinilai menjadi kunci agar konsep zero waste dapat diterapkan dan volume sampah pada event serupa ke depan bisa ditekan. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#23 ton sampah #puncak festival mudik 2026 #Alun-alun Wonosobo #Endang Lisdiyaningsih #Dinas Lingkungan Hidup Wonosobo