RADARMAGELANG.ID, Wonosobo — Pemerintah Kabupaten Wonosobo memastikan ketersediaan bahan pokok dan barang penting (bapokting) menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H dalam kondisi aman.
Hasil pemantauan di sejumlah pasar menunjukkan stok kebutuhan masyarakat masih mencukupi meski beberapa komoditas mulai mengalami kenaikan harga.
Kepastian tersebut diperoleh setelah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Wonosobo melakukan monitoring di Pasar Induk Wonosobo, Pasar Kertek, dan Pasar Garung, belum lama ini.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Wonosobo Mohamad Kristijadi mengatakan, kenaikan harga yang terjadi pada beberapa komoditas masih dalam batas yang dapat dikendalikan.
“Berdasarkan hasil monitoring TPID di Pasar Induk Wonosobo, Pasar Kertek, dan Pasar Garung, memang ada kenaikan harga pada sejumlah komoditas utama, namun masih berada dalam koridor yang dapat dikendalikan,” ujar Kristijadi saat high level meeting TPID, pekan lalu (6/3/2026) lalu.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah cabai. Komoditas ini dinilai paling rentan mengalami fluktuasi harga selama bulan Ramadan hingga menjelang Lebaran.
Meski demikian, pemerintah memastikan stok sejumlah kebutuhan pokok utama di tingkat pedagang tetap aman. Beras, minyak goreng, gula pasir, hingga daging disebut masih tersedia dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Stok beras, minyak goreng, gula hingga daging di tingkat pedagang dipastikan dalam posisi aman,” kata Kristijadi.
Pemerintah daerah juga menegaskan bahwa stok riil kebutuhan pokok di Wonosobo masih mencukupi untuk menghadapi peningkatan konsumsi masyarakat menjelang Idul Fitri.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pokok di pasaran.
Untuk menjaga stabilitas harga, pemerintah daerah juga menyiapkan sejumlah langkah intervensi pasar. Salah satunya melalui penyelenggaraan pasar murah di berbagai wilayah.
Program tersebut akan digelar di 15 kecamatan di Kabupaten Wonosobo dengan total 25.940 paket sembako.
Setiap paket berisi 5 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, dan 1 kilogram gula pasir. Paket sembako tersebut dapat ditebus masyarakat dengan harga Rp10.000 per paket.
“Pasar murah menjelang Hari Raya Idul Fitri diselenggarakan di 15 kecamatan dengan total 25.940 paket sembako,” kata Kristijadi. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo