Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Diproyeksikan 107 Ribu Pemudik Masuk Wonosobo, Pemkab Pantau Lalu Lintas dengan TMC

Sigit Rahmanto • Selasa, 10 Maret 2026 | 07:20 WIB

Kepala Disperkimhub Wonosobo Agus Susanto.
Kepala Disperkimhub Wonosobo Agus Susanto.

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Pergerakan mudik Lebaran 2026 diproyeksikan mengalami penurunan tipis dibanding tahun lalu.

Namun, Jawa Tengah tetap menjadi magnet utama tujuan pemudik secara nasional. Kepala Disperkimhub Wonosobo Agus Susanto menyebutkan, prediksi tersebut merujuk pada rilis resmi pemerintah pusat melalui Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan.

“Secara umum untuk 2026 ini, prediksi dari Badan Kebijakan Transportasi, dulu namanya Litbanghub, merilis tren mudik angkutan Lebaran turun sekitar 1,75 persen,” ujarnya, Senin (9/3/2026).

Meski mengalami penurunan secara nasional, arus masuk pemudik ke Jawa Tengah diperkirakan tetap paling besar dibanding provinsi lain.

Menurut Agus, sekitar 26,90 persen pemudik nasional atau setara 38,71 juta orang diprediksi akan masuk ke Jawa Tengah selama libur Idulfitri.

“Jadi Jawa Tengah itu paling besar, sekitar 26,90 persen atau 38,71 juta orang yang akan masuk ke wilayah Jawa Tengah,” katanya.

Di tingkat kabupaten, Pemkab Wonosobo masih menggunakan pendekatan data pergerakan tahun sebelumnya sebagai dasar proyeksi.

Pada Lebaran 2025, tercatat ada 111.269 perjalanan menuju wilayah Wonosobo.

Dengan asumsi tren nasional turun 1,75 persen, maka estimasi pergerakan mudik menuju Wonosobo pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai sekitar 107.549 orang.

Periode arus mudik diperkirakan berlangsung mulai 13 hingga 30 Maret 2026. Untuk memantau pergerakan kendaraan selama masa tersebut, Pemkab Wonosobo mengandalkan traffic monitoring center (TMC) yang memungkinkan pemantauan lalu lintas secara real time.

Data pemantauan lalu lintas akan dirilis setiap pukul 18.00  dengan pengumpulan data dimulai sejak pukul 06.00 pagi.

Berdasarkan evaluasi arus mudik Lebaran 2025, kondisi lalu lintas di wilayah Wonosobo masih tergolong stabil.

Agus menjelaskan, tingkat pelayanan jalan atau level of service tercatat berada di angka 0,66. “Angka 0,66 itu artinya masih stabil.

Kecepatan rata-rata kendaraan masih di kisaran 40 sampai 50 kilometer per jam,” terangnya.

Melalui sistem pemantauan tersebut, Disperkimhub dapat menghitung berbagai indikator lalu lintas, mulai dari volume kendaraan, tingkat kepadatan, hingga estimasi kecepatan rata-rata di sejumlah titik strategis.

Agus menegaskan, seluruh data yang digunakan bersifat apple to apple karena menggunakan pembanding periode Lebaran 2025.

“Pembandingnya Lebaran tahun lalu, bukan Natal dan tahun baru, karena pola pergerakannya berbeda,” tegasnya. (git tercapai,” kata Agus. (dev/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#tmc #disperkimhub wonosobo #pemudik wonosobo #Agus Susanto