RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Kebutuhan air bersih masyarakat Wonosobo diperkirakan melonjak tajam selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 H. Perumda Air Minum Tirta Aji memprediksi konsumsi air meningkat antara 30 hingga 50 persen dibanding hari biasa.
Lonjakan tersebut terutama berasal dari sektor rumah tangga yang aktivitasnya meningkat selama Ramadan. Mulai dari kebutuhan memasak, mencuci, hingga persiapan sahur dan berbuka.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Aji Wonosobo, Muchammad Sjahid, mengatakan peningkatan konsumsi air saat Ramadan merupakan pola yang terjadi hampir setiap tahun. Karena itu, pihaknya menyiapkan sejumlah langkah antisipasi agar distribusi air ke pelanggan tetap stabil.
“Setiap Ramadan hingga menjelang Idul Fitri konsumsi air memang meningkat. Kami sudah menyiapkan langkah antisipasi supaya pelayanan tetap optimal,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Untuk menjaga pasokan, Tirta Aji menyiapkan sejumlah sumber mata air cadangan yang bisa dioperasikan sewaktu-waktu jika terjadi lonjakan pemakaian.
Selain itu, pompa utama dari Mangli juga dioptimalkan untuk memperkuat suplai, khususnya ke wilayah Kota Wonosobo yang memiliki tingkat konsumsi paling tinggi.
Menurut Sjahid, penguatan suplai ini penting agar tekanan air tetap stabil saat permintaan meningkat. Terlebih pada waktu-waktu krusial seperti menjelang berbuka puasa dan sahur.
“Pompa Mangli kami optimalkan untuk menambah suplai. Ini menjadi salah satu langkah menjaga distribusi tetap lancar ketika kebutuhan meningkat,” jelasnya.
Tidak hanya menyiapkan pasokan, Tirta Aji juga memastikan pelayanan tetap berjalan selama masa libur dan cuti bersama Idul Fitri.
Sistem piket diberlakukan untuk menjaga kualitas, kuantitas, dan kontinuitas layanan (K3).
Petugas teknis tetap disiagakan untuk memantau instalasi dan merespons cepat jika terjadi gangguan distribusi di lapangan.
“Selama libur Lebaran petugas tetap siaga. Jika ada gangguan bisa langsung ditangani agar pelanggan tidak terlalu lama terdampak,” katanya.
Di sisi lain, selama Ramadan Tirta Aji juga menjalankan kegiatan sosial melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dalam program Tirta Aji Berbagi.
Program tersebut menyalurkan makanan dan minuman berbuka puasa sebanyak 750 porsi setiap hari Rabu dan Jumat di wilayah pelayanan.
Selain itu, paket sembako juga dibagikan kepada para mbok gendong dan masyarakat di sekitar kantor. Dari karyawan dan UPZ, Tirta Aji juga menghimpun zakat fitrah sekitar dua ton beras yang akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sjahid mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak selama Ramadan dan libur Idul Fitri. Jika terjadi gangguan distribusi, pelanggan diminta segera melapor melalui kanal pengaduan resmi Tirta Aji. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo