RADARMAGELANG.ID, Wonosobo — Pemerintah Kabupaten Wonosobo mengerahkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), camat, hingga perangkat desa dalam aksi bersih-bersih serentak di sembilan titik wilayah, Jumat (13/2/2026) pagi.
Langkah ini menjadi sinyal keseriusan pemerintah daerah menata kebersihan ruang publik sekaligus menekan persoalan sampah, terutama di aliran sungai.
Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein memimpin kegiatan di kawasan alun-alun dan Sasana Adipura Kencana.
Ia menegaskan gerakan tersebut dilakukan serentak di seluruh kecamatan sebagai upaya membangun kepedulian bersama.
“Ini dilakukan di seluruh wilayah Kabupaten Wonosobo bersama semua jajaran. Kita ingin saling menjaga kebersihan wilayah ini,” ujar Amir.
Menurut dia, tahap awal difokuskan pada ruang-ruang publik dengan intensitas aktivitas warga yang tinggi.
Kawasan alun-alun dipilih sebagai titik mula karena menjadi wajah kota yang paling mudah terlihat masyarakat.
“Langkah awal di alun-alun, nanti akan sampai ke sungai, sampai ke pasar, dan sebagainya,” katanya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo One Andang Wardoyo menyebut gerakan ini merupakan tindak lanjut arahan pimpinan daerah agar pembenahan dilakukan secara bertahap dan terukur.
“Diawali dari area yang dekat dulu, yang di depan mata sudah terlihat bersih, baru kita bergerak ke pasar. Kemudian ke sungai dan seterusnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembersihan sebelumnya juga telah dilakukan personel TNI di sepanjang aliran sungai wilayah Kauman hingga depan markas Kodim.
Keterlibatan lintas unsur, mulai dari ASN, TNI, hingga Polri, diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat.
“ASN turun, TNI turun, Polri turun. Harapannya masyarakat ikut peduli, paling tidak punya rasa malu untuk membuang sampah sembarangan,” kata Andang.
Pemkab menilai kondisi kebersihan di kawasan perkotaan relatif terjaga. Namun, persoalan sampah di sungai masih menjadi pekerjaan rumah yang mendesak ditangani.
“Secara umum wilayah kota sudah lumayan bersih. Tapi di sungai memang masih banyak sampah. Ke depan kita akan lebih fokus ke saluran sungai,” ujar Wabup Husein.
Aksi bersih-bersih ini akan dievaluasi sebagai tahap awal. Pemerintah daerah membuka kemungkinan menjadikannya agenda rutin untuk memastikan komitmen menjaga kebersihan tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo