RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) pada 7-8 Februari 2026 di Gedung Joang 45 Menteng Jakarta.
KLB ini diselenggarakan untuk menjaga marwah organisasi dan mengembalikan Kosti ke khittah 2008 yang penuh nilai kebersamaan dan persaudaraan.
Ratusan anggota komunitas sepeda tua datang dari berbagai penjuru daerah di tanah air. Termasuk Kosti Wonosobo yang mengirim tiga delegasinya.
Yakni Joko Surjono (ketua), Fahrudin (bendahara) dan Mutohar (koordinator kehumasan).
“KLB ini di selenggarakan bebarengan dengan ulang tahun Kosti yang ke -18. Setelah acara selesai, peserta KLB memotong tumpeng di depan Gedung Joang 45 sebagai simbol perjuangan mengembalikan marwah Kosti 2008,” papar Fahrudin.
Sementara itu, Joko Rinto, mantan Ketua Umum Kosti menegaskan KLB ini bukan untuk merebut kekuasaan ataupun kepentingan tertentu.
Melainkan perjuangan moral demi mengembalikan marwah Kosti yang dinilai telah tercabik oleh praktik-praktik yang menyimpang dari nilai dasar organisasi.
KLB ini diselenggarakan karena komunitas-komunitas sepeda tua prihatin atas penyelenggaraan kongres di Sidoarjo 2025.
Banyak kejanggalan, mulai dari penolakan peserta sah dari beberapa daerah seperti Bali dan Palembang, proses pendaftaran yang dinilai tidak transparan hingga proses pencalonan yang aneh-aneh. Pelanggaran-pelanggaran AD/ART sebagai aturan tertinggi organisasi nampak sekali.
Upaya mediasi sempat diinisiasi oleh para pendiri Kosti dengan menunjuk Laksamana TNI (Purn) Setiawan sebagai mediator. Namun, kesepakatan tersebut tidak berlanjut karena ada yang menginkarinya.
Atas pelanggaran-pelanggaran dan tidak komitmennya terhadap kesepakatan damai, komunitas sepeda tua dan para anggota Kosti sepakat memilih KLB sebagai jalan konstitusional.
Peserta KLB sepakat memilih H. Azis Aris Munandar sebagai Ketua Umum Kosti 2026-2030. (ima/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo