RADARMAGELANG.ID, Wonosobo — Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo menyerahkan sertifikat Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE) kepada 19 pelaku usaha pariwisata, Senin (9/2/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat standar mutu layanan pariwisata daerah.
Sertifikasi CHSE merupakan jaminan bahwa destinasi dan usaha pariwisata telah memenuhi standar kebersihan, kesehatan, keselamatan, serta kelestarian lingkungan.
Standar tersebut diharapkan mampu meningkatkan rasa aman sekaligus kepercayaan wisatawan terhadap Wonosobo sebagai daerah tujuan wisata.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menegaskan, sektor pariwisata merupakan salah satu unggulan daerah yang harus ditopang dengan tata kelola profesional.
“Sertifikasi CHSE penting agar Wonosobo dapat menjadi rujukan destinasi wisata berkualitas,” ujarnya usai menyerahkan sertifikasi di Pendopo Belakang Kabupaten Wonosobo.
Kepala Disparbud Wonosobo Fahmi Hidayat menjelaskan, CHSE adalah fondasi utama dalam ekosistem pariwisata.
“Cleanliness berarti kebersihan, health kesehatan, safety keselamatan, dan environmental sustainability kelestarian lingkungan. Ini standar dasar yang wajib dimiliki pelaku usaha,” katanya.
Menurut Fahmi, sebagai kota wisata, Wonosobo memerlukan pengelolaan yang terstruktur, mulai dari hotel, homestay, restoran, hingga jasa pendukung lain.
Dengan sertifikasi, wisatawan diharapkan memperoleh layanan yang jelas, harga wajar, dan pengalaman yang terjamin. “Tanpa standar, potensi ketidakpuasan wisatawan sangat besar,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, minat pelaku usaha sebenarnya cukup tinggi. Hampir 30 unit mendaftar sertifikasi, tetapi setelah seleksi administrasi dan penilaian ketat hanya 19 yang dinyatakan lolos.
“Prosesnya tidak mudah dan tidak murah. Namun capaian 19 ini tergolong tinggi dibandingkan kabupaten lain,” kata Fahmi.
Pemerintah daerah juga tengah menyiapkan skema dukungan agar lebih banyak pelaku usaha dapat mengikuti sertifikasi.
Bupati dan DPRD, lanjut Fahmi, mendorong adanya stimulus atau subsidi biaya sertifikasi pada tahun mendatang.
Disparbud juga akan memacu pelaku usaha yang telah bersertifikat untuk naik ke level lebih tinggi, terutama guna menyasar segmen wisatawan menengah ke atas yang sensitif terhadap standar dan legalitas.
Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat terus digencarkan. “Pariwisata bukan hanya urusan pelaku usaha. Perilaku wisatawan dan warga ikut menentukan. Kebersihan, ketertiban, dan keselamatan harus dijaga bersama,” ujarnya. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo