Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Pemuda Garung Wonosobo Ditemukan Mengapung di Telaga Menjer, 4 Hari Tak Pulang Setelah Pamit Memancing

Sigit Rahmanto • Minggu, 8 Februari 2026 | 20:11 WIB
Petugas mengevakuasi jenazah korban yang tewas tenggelam di Telaga Menjer.
Petugas mengevakuasi jenazah korban yang tewas tenggelam di Telaga Menjer.

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo— Seorang pemuda ditemukan meninggal dunia di perairan Telaga Menjer, Desa Maron, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (7/2/2026) pagi.

Korban berinisial DP, 20, warga setempat, diduga tenggelam saat memancing dan mengalami hipotermia.

Kapolsek Garung AKP Nur Wahyu Wibowo mengatakan, laporan penemuan jenazah diterima kepolisian sekitar pukul 09.10.

Petugas Polsek Garung bersama Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Wonosobo langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara.

“Evakuasi melibatkan Basarnas Wonosobo, BPBD Kabupaten Wonosobo, aparat kecamatan, perangkat desa, dan warga. Lokasi cukup sulit dijangkau karena berada di tepian telaga,” ujar Nur Wahyu, Sabtu.

Hasil pemeriksaan awal tim medis Puskesmas Garung 1 tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.

Petugas menyimpulkan kematian diduga akibat tenggelam yang disertai hipotermia, mengingat suhu di kawasan Telaga Menjer relatif rendah, terutama pada malam hingga pagi hari.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, DP berpamitan kepada temannya pada Selasa (3/2/2026) lalu sekitar pukul 18.30 untuk memancing di Telaga Menjer.

Namun, hingga keesokan hari korban tidak kembali ke rumah. Keluarga dibantu warga sempat melakukan pencarian di sekitar telaga, tetapi upaya itu belum membuahkan hasil.

Korban baru ditemukan empat hari kemudian, Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 08.00, dalam kondisi mengapung di sisi timur telaga.

Perangkat desa setempat kemudian melaporkan temuan tersebut kepada pihak kepolisian.

Keluarga menyatakan menerima peristiwa itu sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

Setelah proses identifikasi, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Kapolsek Garung mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di perairan, terutama pada cuaca dingin, berkabut, atau menjelang malam hari.

“Kami meminta warga tidak pergi sendirian dan memastikan perlengkapan keselamatan, karena kondisi telaga bisa berubah cepat,” kata Nur Wahyu. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#telaga menjer #tewas #AKP Nur wahyu #mancing #kapolsek garung