Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Lubang Menganga di Kampung Kasiran Wonosobo Gerus Pemukiman, DPUPR Pasang Box Cluvert

Lis Retno Wibowo • Kamis, 29 Januari 2026 | 17:19 WIB
Lubang di Kampung Kasiran, Kelurahan Mlipak, Wonosobo disebabkan kegagalan struktur saluran air di bawah jalan lingkungan.
Lubang di Kampung Kasiran, Kelurahan Mlipak, Wonosobo disebabkan kegagalan struktur saluran air di bawah jalan lingkungan.

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Ancaman longsor susulan masih terus membayangi permukiman warga di Kelurahan Mlipak, Kecamatan Wonosobo.

Tanah amblas sedalam delapan meter di Kasiran, RT 02 RW 06, akhirnya memaksa DPUPR Wonosobo mengajukan dana tak terduga (DTT) hingga Rp 300 juta untuk penanganan darurat.

Pengajuan DTT dilakukan karena kondisi di lapangan dinilai berisiko tinggi. Retakan tanah terus melebar, menggerus badan jalan lingkungan, dan mengancam bangunan warga yang berdiri tepat di atas titik amblasan.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Wonosobo, Budi Setiyono, mengungkapkan kerusakan dipicu kegagalan struktur saluran air yang berada di bawah jalan lingkungan. Kerusakan itu kemudian merembet ke tanah di sekitarnya.

“Awalnya di bawah jalan lingkungan itu ada saluran. Salurannya rusak dan ambrol,” kata Budi saat dikonfirmasi Kamis, (29/1/2026) 

Menurutnya, bagian yang mengalami kerusakan berada pada pasangan penahan atau pinning di sisi hilir sebelah kiri.

Ambrolnya struktur tersebut memicu longsoran lanjutan. Material tanah terbawa aliran air, sementara tanah di bagian atas ikut turun hingga membentuk lubang besar.

DPUPR mencatat kedalaman tanah amblas mencapai sekitar delapan meter. Kedalaman ekstrem ini dipengaruhi oleh posisi saluran yang berada jauh di bawah permukaan tanah, sehingga dampaknya tidak hanya lokal, tetapi menjalar ke area di atasnya.

Situasi menjadi semakin rumit karena di atas saluran terdapat bangunan warga dan badan jalan. Kondisi ini membuat penanganan tidak bisa dilakukan secara konvensional.

“Dari sisi pelaksanaan juga kita khawatir, karena di atasnya masih ada bangunan dan jalan,” ujarnya.

Sebagai solusi teknis, DPUPR merencanakan pemasangan box culvert beton pracetak berukuran 2x2 meter dengan panjang sekitar 12 meter.

Opsi ini dinilai paling aman untuk menghentikan pergerakan tanah sekaligus memulihkan fungsi saluran air.

“Kalau hanya diperbaiki senderannya seperti semula, itu terlalu membahayakan,” tegas Budi.

Saat ini, DPUPR masih menunggu pembahasan pengajuan DTT bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Sementara itu, penanganan sementara telah dilakukan di lokasi. DPUPR memastikan gorong-gorong utama masih dalam kondisi aman, meski potensi risiko tetap diwaspadai. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#lubang menganga #DPUPR Wonosobo #Kampung Kasiran