Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Driver Ojol Wonosobo Serentak Tanam 10 Ribu Kopi di Kawasan Telaga Manjer, Cegah Banjir dan Longsor

Sigit Rahmanto • Selasa, 20 Januari 2026 | 10:31 WIB
Para driver ojek online dari berbagai aplikator menanam bibit kopi di kawasan Tegala Menjer, Senin (19/1/2026).
Para driver ojek online dari berbagai aplikator menanam bibit kopi di kawasan Tegala Menjer, Senin (19/1/2026).

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Ancaman bencana ekologis yang kian nyata di Kabupaten Wonosobo mendorong langkah tak biasa.

Ratusan pengemudi ojek online (ojol) lintas aplikator turun ke lereng kawasan Telaga Menjer, Senin (19/1/2026).

Mereka menanam 10.000 bibit kopi sebagai upaya meredam banjir dan longsor yang terus berulang.

Gerakan penghijauan ini digagas Komunitas Jagat Tunas Bumi (Jatabu) bersama Wonosobo Driver Online Bersatu. Sebanyak 350 driver ojol terlibat langsung.

Perwakilan Wonosobo Driver Online Bersatu, Avat Fauzi, menegaskan gerakan ini lahir dari keprihatinan mendalam atas kerusakan lingkungan yang dampaknya mereka rasakan setiap hari.

“Banjir dan longsor bukan hanya mengancam warga, tapi juga kami para driver. Jalan terputus, order terhambat, bahkan keselamatan terancam. Dari situ muncul kesadaran, kami tidak bisa hanya mengeluh,” ujar Avat.

Kesadaran tersebut kemudian berujung pada kolaborasi dengan Jatabu, komunitas yang memiliki fokus pada rehabilitasi lingkungan.

Telaga Menjer dipilih bukan tanpa alasan. Kawasan ini berada di wilayah rawan longsor dan memiliki fungsi vital sebagai daerah tangkapan air.

Ketua Yayasan Jagat Tunas Bumi, Mantep Abdul Ghoni, menekankan penghijauan harus dimaknai lebih dari sekadar menanam pohon.

“Ini soal mengembalikan fungsi hutan. Sebagai penyangga ekosistem, pengatur tata air, sekaligus benteng alami dari bencana,” tegasnya.

Menurut Mantep, 10.000 bibit kopi ditanam di lahan perkebunan milik Indonesia Power sebagai langkah transisi dari praktik pertanian yang berpotensi merusak kawasan hutan.

Ke depan, Jatabu juga mendorong penanaman pohon keras bernilai ekologis tinggi dan tidak untuk ditebang, seperti kayu putih, kayu manis, hingga beringin.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Wonosobo, Endang Lisdyanti, menilai kolaborasi lintas komunitas menjadi kunci menjaga kelestarian alam.

“Konservasi tidak bisa dibebankan pada satu pihak. Ketika komunitas, masyarakat, dan dunia usaha bergerak bersama, dampaknya jauh lebih kuat,” katanya.

Kegiatan penanaman ini juga didampingi General Manager Indonesia Power, jajaran pemerintah daerah, serta Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Menjer.

Pendampingan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi longsor susulan di kawasan tersebut. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#driver ojek online #telaga menjer #DLH Kabupaten Wonosobo #ojol #Endang Lisdiyaningsih #bibit kopi