RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Warga Dusun Gunung Alang, Desa Buntu, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo menggelar Syukuran Kelompok Tani Sindoro Mulyo.
Tasyakuran, diawali dengan makan bersama seluruh warga, dilanjutkan pengajian yang menghadirkan penceramah Gus Wik dari Kabupaten Kendal. Dilanjutkan pertunjukan Tari Warok Putro Margotomo pada malam harinya.
Kepala Desa Buntu, Suwoto menjelaskan kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan Kelompok Tani Sindoro Mulyo yang telah berjalan selama empat tahun terakhir.
“Tujuannya untuk memulihkan kebersamaan masyarakat dan mempererat silaturahmi. Tidak hanya antarwarga Dusun Gunung Alang, tetapi juga dengan warga dari wilayah lain,”ujar Suwoto, Senin (5/1/2026).
Menurut dia, Dusun Gunung Alang terdiri dari dua RT dengan jumlah warga 400 orang. Seluruhnya terlibat dalam tradisi makan bersama yang masih dipertahankan hingga kini.
Suwoto menekankan syukuran ini bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan wujud rasa syukur masyarakat atas kehidupan yang lebih baik. Sementara itu, Wakil Ketua Kelompok Tani Sindoro Mulyo, Nasrudin, mengungkapkan acara ini sebagai rasa syukur atas keberhasilan pertanian yang dikelola secara berkelanjutan di kawasan hutan lindung lereng Sindoro.
“Hasil pertanian melalui sistem tumpang sari bisa berjalan dengan baik. Tanaman kami meliputi kentang, wortel, bawang, tembakau, serta tanaman keras seperti damar, kopi, dan alpukat,” jelas Nasrudin.
Ia menambahkan, kelompok tani mendapatkan kepercayaan dari Perhutani untuk mengelola kawasan hutan dengan sistem jangka panjang. Dan berprinsip pada kelestarian lingkungan.
“Kami mengelola hutan bukan semusim. Cara penggarapannya sesuai dengan aturan yang diberikan Perhutani. Prinsip kami bukan merusak hutan, tapi menyelamatkan hutan. Kawasan ini merupakan hutan lindung, sehingga harus tetap dijaga agar tidak terjadi erosi yang bisa merugikan semua pihak,” tegasnya.
Kelompok Tani Sindoro Mulyo mengelola 20 hektare dari total 40 hektare tanah di kawasan Perhutani yang dipercayakan kepada kelompok.
Melibatkan lebih dari 80 petani dari Desa Buntu dan desa sekitar. Setiap petani mengelola lahan sesuai kemampuan masing-masing, mulai dari setengah hektare hingga luasan yang lebih besar. (lis)
Editor : Lis Retno Wibowo