Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

PMI Wonosobo Perluas Layanan Kesehatan, Buka Klinik Pratama, Warga Miskin Gratis Periksa

Sigit Rahmanto • Senin, 5 Januari 2026 | 21:08 WIB
PMI Wonosobo membuka Klinik Pratama yang melayani masyarakat umum.
PMI Wonosobo membuka Klinik Pratama yang melayani masyarakat umum.

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo  - Palang Merah Indonesia (PMI) Wonosobo kerap menjadi penyangga kebutuhan darah bagi daerah sekitar.

Di sisi lain, PMI juga memperluas peran pelayanan kemanusiaan melalui penguatan layanan kesehatan dasar lewat Klinik Pratama PMI.

Ketua PMI Wonosobo Heru Kurniawan Nurdiansyah menegaskan, kebutuhan darah di Wonosobo rata-rata mencapai 900—1.000 kantong per bulan dan sejauh ini selalu terpenuhi.

Pasokan tersebut ditopang oleh 150 komunitas pendonor aktif, 49 relawan, serta keterlibatan rutin ASN, TNI, dan Polri dalam kegiatan donor darah.

“Stok darah relatif aman. Bahkan kami sering diminta membantu daerah lain seperti Temanggung, dan Banjarnegara,” kata Heru saat konferensi pers di kantor PMI Wonosobo, Senin (5/1/2025).

Untuk menjaga kualitas dan ketahanan stok, PMI Wonosobo kini memiliki cool storage khusus plasma darah.

Fasilitas ini dinilai krusial untuk menjamin ketersediaan komponen darah tertentu yang masa simpannya lebih terbatas.

Namun, Heru mengingatkan, memasuki Ramadan kebutuhan darah biasanya meningkat tajam.

Berkaca pada Ramadan 2025, kebutuhan darah sempat melonjak hingga 1.300 kantong.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, PMI menggandeng Pemkab Wonosobo melalui kegiatan tarawih keliling (tarling) yang dilakukan bupati bersama forkopimda, sekaligus dimanfaatkan untuk donor darah keliling.

PMI Wonosobo juga mengembangkan layanan kesehatan melalui Klinik Pratama.

Klinik ini membuka akses layanan kesehatan gratis bagi masyarakat tidak mampu melalui skema BPJS Kesehatan maupun surat keterangan tidak mampu (SKTM).

“Untuk warga tidak mampu, layanan bisa digratiskan dengan syarat ada SKTM dari kepala desa. Itu sudah diatur dalam SOP kami,” ujar Heru.

Sebagai bentuk optimalisasi layanan, seluruh karyawan dan pengurus PMI juga diwajibkan mendaftarkan kepesertaan BPJS Kesehatan di Klinik PMI.

Saat ini tercatat sekitar 3.500 pasien aktif terdaftar sebagai peserta BPJS di klinik tersebut.

Layanan yang tersedia masih bersifat pelayanan dasar, meliputi pemeriksaan kesehatan umum, layanan kesehatan gigi, serta persalinan.

Setiap hari, klinik melayani rata-rata 40—50 pasien, dengan Kecamatan Mojotengah menjadi wilayah penyumbang pasien terbanyak.

Jika kondisi pasien tidak memungkinkan ditangani secara rawat jalan, klinik akan melakukan rujukan ke rumah sakit terdekat.

Saat ini, jam operasional klinik berlangsung pukul 08.00—20.00. (git/lis) 

Editor : Lis Retno Wibowo
#layanan kesehatan #PMI Wonosobo #klinik pratama #stok darah