RADARMAGELANG.ID, Wonosobo — Pembangunan jembatan gantung Garuda di atas Sungai Begaluh terus dikebut.
Proyek yang digarap warga bersama Kodim 0707 Wonosobo itu kini memasuki tahapan pemasangan tiang pancang, setelah sebelumnya diawali pekerjaan fondasi sejak akhir Desember 2025.
Jembatan sepanjang 90 meter tersebut akan menghubungkan Dusun Klilin, Desa Sindupaten, Kecamatan Kertek, dengan Dusun Pagentan, Kelurahan Kalikajar, Kecamatan Kalikajar.
Selama bertahun-tahun, Sungai Begaluh menjadi penghambat utama mobilitas warga, terutama untuk aktivitas ekonomi dan akses anak-anak menuju sekolah.
Komandan Kodim 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno menegaskan, percepatan pembangunan dilakukan agar jembatan segera bisa dimanfaatkan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan jembatan gantung ini bersifat krusial bagi kehidupan warga di dua wilayah yang selama ini terpisah bentang alam.
“Pengerjaan terus kami percepat supaya segera selesai dan bisa digunakan masyarakat. Baik untuk aktivitas ekonomi maupun pendidikan,” ujar Yoyok, Senin (5/1/2026).
Respons positif datang dari warga. Kepala Desa Sindupaten Kukuh Zubaidi menyatakan, jembatan tersebut sudah lama dinantikan masyarakat.
Selama ini, warga harus memutar cukup jauh atau menyeberangi sungai dengan risiko tinggi, terutama saat musim hujan.
“Jembatan ini sangat membantu aktivitas warga, khususnya anak-anak sekolah dan masyarakat yang bekerja. Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan TNI,” katanya.
Dengan terealisasinya Jembatan Gantung Garuda, konektivitas antarwilayah diharapkan meningkat signifikan.
Selain memangkas jarak tempuh, keberadaan jembatan ini diproyeksikan mampu memperlancar arus hasil pertanian, mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Sekaligus mempertegas kemanunggalan TNI dan rakyat dalam pembangunan infrastruktur dasar. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo