Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Digelontor Rp 13 Miliar, RSUD Setjonegoro Disiapkan Jadi Rumah Sakit Rujukan Regional

Sigit Rahmanto • Kamis, 25 Desember 2025 | 01:40 WIB
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyapa para pasien dan pengunjung RSUD Setjonegoro, Rabu (24/12/2025).
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyapa para pasien dan pengunjung RSUD Setjonegoro, Rabu (24/12/2025).

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo serius memperkuat layanan kesehatan rujukan.

Lebih dari Rp 13 miliar anggaran digelontorkan untuk penguatan sistem, sarana, dan prasarana RSUD KRT Setjonegoro pada tahun anggaran 2025.

Rumah sakit milik daerah itu disiapkan naik level, tak hanya melayani warga Wonosobo, tetapi juga menjadi rujukan antar-kabupaten.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Wonosobo usai mengikuti sosialisasi proyek strategis daerah di RSUD Setjonegoro, Rabu (24/12/2025).

Menurutnya, setelah naik menjadi rumah sakit tipe B, tuntutan layanan kesehatan semakin tinggi dan kompleks.

“Rumah sakit sekarang dituntut palugada. Apa yang lu butuh, gua ada. Apa yang dibutuhkan masyarakat harus bisa dilayani di sini. Kalau di Wonosobo bisa, kenapa harus ke Jogja, Semarang, atau Jakarta,” tegasnya.

Ia menyebut, penguatan RSUD Setjonegoro bukan sekadar membangun gedung atau mempercantik tampilan.

Yang utama adalah kesiapan alat, sumber daya manusia (SDM), dan sistem pelayanan.

Dengan kelengkapan tersebut, RSUD Setjonegoro diproyeksikan menjadi rumah sakit rujukan bagi wilayah sekitar seperti Banjarnegara, Temanggung, hingga Kendal.

“Ini harus siap menjadi tuan rumah. Pasien bukan hanya dari Wonosobo, tapi juga dari luar daerah. Faktanya, sekarang sudah mulai banyak pasien luar kota yang datang ke sini,” ujarnya.

Direktur RSUD KRT Setjonegoro, dr Danang Sananto Sasongko, menjelaskan penguatan layanan dilakukan secara menyeluruh melalui kegiatan strategis daerah.

Pengadaan alat kesehatan mencapai Rp 7,17 miliar, meliputi alat layanan intensif, radiologi, IGD, rawat inap, rawat jalan, hingga ruang operasi.

Selain itu, renovasi ruang rawat inap KRIS senilai Rp 3,8 miliar dilakukan pada ruang Edelweis, Bugenvile, dan pelayanan saraf.

Renovasi ruang CT scan juga dikerjakan dengan anggaran Rp 911,29 juta. Sementara pengadaan satu unit ambulans baru menelan anggaran Rp 1,29 miliar.

“Seluruh kegiatan ini dirancang untuk mendukung transformasi layanan rujukan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Danang.

Bupati menambahkan, penguatan fasilitas akan terus berlanjut pada 2026, termasuk rencana penambahan alat kesehatan lanjutan dan pengembangan gedung rawat inap.

Penataan juga diarahkan agar ruang perkantoran terpisah dari ruang pelayanan demi kenyamanan pasien. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#dr danang sananto #BUpati Wonosobo afif Nurhidayat #rujukan regional #layanan kesehatan #RSUD Setjonegoro