Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Raksasa Industri Kayu Wonosobo CV Mekar Abadi Bangkrut, 1200 Buruh Harian Lepas Kehilangan Pekerjaan

Sigit Rahmanto • Kamis, 18 Desember 2025 | 02:17 WIB
Ratusan buruh saat melakukan aksi di salah satu perusahaan CV Mekar Abadi di Sapuran, Wonosobo, Senin (15/12/2025) yang operasionalnya berhenti.
Ratusan buruh saat melakukan aksi di salah satu perusahaan CV Mekar Abadi di Sapuran, Wonosobo, Senin (15/12/2025) yang operasionalnya berhenti.

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Kejayaan CV Mekar Abadi, perusahaan terbesar di Wonosobo yang selama bertahun-tahun menggerakkan bisnis kayu dari hulu ke hilir, resmi berakhir. 

Bangkrutnya perusahaan ini ditandai dengan dihentikannya ribuan pekerja yang sehari-hari menggantungkan hidup sebagai buruh harian lepas di pabrik tersebut.

Perusahaan yang dulu menjadi tulang punggung ekonomi lokal itu kini tak lagi beroperasi normal.

Beban utang yang menumpuk membuat CV Mekar Abadi tak sanggup bertahan. Sejumlah aset strategis akhirnya dilelang untuk menutup kewajiban keuangan perusahaan, sekaligus menandai runtuhnya salah satu raksasa industri kayu di Wonosobo.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Wonosobo Fany Muqorrobin, menyebut dinamika yang terjadi belakangan ini lebih banyak dipicu oleh keresahan para pekerja yang berharap dapat kembali bekerja.

“Hari ini (Senin, 15 Desember 2025) ada kegiatan di CV Mekar Abadi. Kegiatan tersebut pada dasarnya muncul dari keinginan para pekerja sendiri yang berharap bisa kembali bekerja. Dari informasi yang kami terima, tidak ada pihak yang secara khusus menggerakkan kegiatan tersebut,” ujarnya. 

Fany menegaskan, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi tidak masuk ke ranah teknis pengelolaan perusahaan.

Fokus utama pemerintah daerah adalah memastikan nasib para pekerja tidak semakin terpuruk.

“Dari sisi Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, terus terang kami tidak masuk sejauh itu. Kepentingan kami hanya satu, yaitu bagaimana nasib para pekerja ke depan dan apakah mereka bisa kembali bekerja,” katanya.

Menurut dia, sejak beberapa hari terakhir pihaknya intens berkoordinasi dengan perwakilan pekerja dan kurator.

Upaya ini dilakukan untuk membuka peluang agar aktivitas usaha bisa kembali berjalan dan tenaga kerja terserap kembali.

“Upaya kami sejak kemarin adalah mengundang perwakilan dari beberapa divisi untuk berkoordinasi. Tujuannya jelas, mengusahakan agar para pekerja ini bisa segera mendapatkan pekerjaan kembali. Dari pihak kurator pun sebenarnya memiliki harapan yang sama,” ungkapnya.

Secara kelembagaan, CV Mekar Abadi saat ini sudah tidak lagi sepenuhnya dikelola manajemen lama.

Seluruh aset perusahaan berada di bawah penguasaan kurator dan sebagian telah masuk proses lelang karena perusahaan tak mampu menutup utang.

“Terkait kondisi perusahaan, memang aset tersebut sudah lama dalam proses penjualan. Namun saat ini CV Mekar Abadi sudah bukan lagi sepenuhnya dikelola manajemen lama, karena sudah berada di bawah penguasaan kurator. Kurator sendiri bekerja sama dengan pihak ketiga,” jelas Fany.

Dalam pengelolaan operasional, pabrik kini dijalankan oleh PT Rapindo melalui skema kerja sama dengan sistem bagi hasil.

Namun kondisi ini belum mampu mengembalikan seluruh aktivitas produksi seperti masa kejayaan sebelumnya.

Ribuan tenaga kerja terdampak. Fany menyebut, sekitar 1.200 buruh dari berbagai jenis pekerjaan dihentikan bekerja sejak 2 Desember 2025 lalu. Lantaran tidak ada pemasukan lagi, para buruh harus menghadapi ketidakpastian masa depan.

“Dampak dari kondisi ini cukup besar. Untuk perusahaan sendiri, ada sekitar 1.200 karyawan yang terdampak, dengan jenis pekerjaan yang beragam,” ujarnya.

Menjelang Ramadan dan Lebaran, situasi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Selain mendorong agar investasi dan operasional kembali berjalan, pemkab juga menyiapkan langkah antisipatif untuk membantu pekerja terdampak.

“Untuk saat ini, dari pemerintah daerah, yang paling kami pikirkan adalah nasib para pekerja jika permasalahan ini berlarut-larut. Apalagi menjelang bulan puasa dan Lebaran, tentu ini menjadi perhatian,” kata Fany.

Ia menegaskan, harapan utama pemerintah tetap agar kegiatan usaha kembali berjalan dan buruh yang selama ini menjadi tulang punggung industri kayu Wonosobo bisa kembali bekerja, siapa pun pihak pengelolanya nanti. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#bangkrut #industri kayu #CV mekar abadi #Buruh Harian Lepas Kehilangan Pekerjaan #Fany Muqorrobin