RADARMAGELANG.ID, Wonosobo- Dipastikan selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok di masyarakat aman dan terkendali.
Mengingat risiko lonjakan harga dan kelangkaan barang strategis seperti LPG dan BBM kerap terjadi pada hari besar keagamaan dan libur panjang.
Hal tersebut, ditegaskan Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat saat High Level Meeting TPID, Senin (15/12) di Pendopo Bupati.
Untuk menyinergikan perangkat daerah, instansi vertikal dan stakeholder dalam memastikan ketersediaan bahan pokok kebutuhan masyarakat dan layanan umum saat Hari Natal dan Tahun Baru 2026.
“Saya meminta TPID dan Perangkat Daerah terkait untuk memperketat pemantauan stok dan harga komoditas strategis hingga masa perayaan selesai.
Laksanakan monitoring secara intensif di pasar, agen, dan swalayan, serta siapkan langkah antisipatif seperti operasi pasar secara terkoordinasi apabila diperlukan,” tegasnya.
Baik Pertamina, Perumda Air Minum Tirta Aji, Bulog, paguyuban pemilik SPBU, agen LPG, hingga PLN, diminta memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Wonosobo.
Sehingga terjamin ketersediaan kebutuhan masyarakat tanpa menimbulkan keresahan akibat kelangkaan maupun kenaikan harga yang signifikan.
Termasuk kesiapan objek wisata dengan sarana dan prasarana yang layak, aman, dan bersih, serta meningkatkan standar keamanan dan kesiapsiagaan darurat.
Pastikan wisatawan merasa nyaman dan aman, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Bupati juga minta, perlunya menyiapkan langkah-langkah antisipatif dalam menjaga keamanan, ketenteraman, dan ketertiban umum, baik selama pelaksanaan ibadah Natal maupun perayaan Tahun Baru.
Kolaborasi lintas sektor bersama TNI dan Polri perlu dioptimalkan untuk pengamanan tempat ibadah, pusat keramaian, serta aktivitas masyarakat lainnya.
“Sektor kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan harus siaga 24 jam dengan ketersediaan tenaga medis, obat-obatan, serta ambulans guna memberikan respons cepat terhadap kondisi darurat yang mungkin terjadi selama libur Nataru,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Wonosobo One Andang Wardoyo, menekankan terkait langkah-langkah strategis yang perlu ditempuh untuk mencegah lonjakan harga dan menjaga stabilitas ekonomi.
“TPID melalukan cek lapangan ketersediaan dan harga bapokting, jika ditemukan harganya tinggi maka dilakukan langkah dan skema antisipasi.
Selain itu, pastikan destinasi dan atraksi pariwisata aman, Hotel homestay dan rumah makan dipantau, juga antisipasi gangguan kantibmas agar perayaan Natal bisa berjalan dengan lancar,”ujar Andang.
Baca Juga: Libur Nataru, Diprediksi 727 Orang Masuk Wonosobo, Disperkimhub Petakan Jalur Padat Lalu Lintas
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Wonosobo, Mohamad Kristijadi menjelaskan, rapat koordinasi persiapan perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 memiliki relevansi yang sangat penting dalam konteks penyelenggaraan acara akhir tahun.
Termasuk memberikan kesempatan kepada penyelenggara keamanan, kesehatan, dan acara dalam menyelaraskan langkah-langkah mereka.
Kapolres Wonosobo AKBP Akbar Kasim Bantilan menyampaikan akan menempatkan beberapa pos pengamanan dan pos pelayanan dengan melibatkan ratusan personel serta rencana pelaksanaan Operasi Lilin Candi selama 12 hari. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo