RADARMAGELANG.ID, Wonosobo — Pemerintah Kabupaten Wonosobo kembali mengadakan Safari Sekolah Ramah Anak (SRA) periode II 2025, Senin (8/12/2025).
Safari SRA kali ini menyasar 292 sekolah jenjang SD/MI hingga SMP/MTs di seluruh Wonosobo. Pemerintah ingin memastikan ruang belajar benar-benar aman, beradab, dan manusiawi bagi setiap anak, tanpa kecuali.
Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein yang menjadi pembina upacara di SMPN 2 menegaskan bahwa sekolah tidak boleh lagi menjadi tempat yang menakutkan bagi peserta didik.
Amir menekankan urgensi penanganan tiga dosa besar pendidikan. Mulai dari kekerasan seksual, perundungan (bullying), dan intoleransi yang hingga kini masih menjadi ancaman serius bagi anak-anak di berbagai daerah.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman, sehat, dan membuat kalian berkembang secara optimal. Tidak boleh ada seorang pun dari kalian yang datang ke sekolah dengan rasa takut,”ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Amir juga mengajak para siswa untuk berani bersuara jika mengalami tindakan tidak pantas atau perlakuan yang membuat mereka tidak nyaman.
“Jika kalian diperlakukan tidak baik, jangan diam. Sampaikan kepada guru atau orang tua,” pesannya.
Wabup Amir menekankan peran krusial guru sebagai garda terdepan perlindungan anak.
Menurut dia, tenaga pendidik wajib menjaga ruang belajar tetap kondusif, hangat, dan komunikatif, termasuk memperkuat hubungan dengan orang tua.
Kepala SMPN 2 Wonosobo, Suminta, menyampaikan apresiasi atas kehadiran wabup. Ia menyebut dukungan pemerintah menjadi motivasi besar bagi siswa dan guru.
Ia menjelaskan bahwa sekolahnya mengusung slogan “Sekolah Aman, Nyaman, dan Menyenangkan.” Implementasinya dilakukan melalui penguatan PPPK sekolah, kedekatan guru dengan siswa, hingga berbagai program pencegahan perundungan.
“Alhamdulillah, kasus-kasus perundungan sangat kecil dan bisa kami antisipasi sejak dini,” jelasnya.
Suminta menambahkan, para guru aktif membangun interaksi langsung dengan siswa saat istirahat, menciptakan suasana sekolah yang hangat dan penuh perhatian. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo