Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Sepekan Wonosobo Siaga Cuaca Ekstrem, Warga Diminta Waspada

Sigit Rahmanto • Sabtu, 6 Desember 2025 | 01:45 WIB
Rumah warga Mojotengah rusak setelah atapnya diterjang angin  lisus Kamis (4/12/2025).
Rumah warga Mojotengah rusak setelah atapnya diterjang angin lisus Kamis (4/12/2025).

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo— Warga Wonosobo diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung sepanjang 4–10 Desember 2025.

Kabupaten berhawa sejuk itu masuk dalam daftar wilayah dengan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang hampir setiap hari selama sepekan ke depan.

Tim Reaksi Cepat BPBD Wonosobo, Sabarno menegaskan kondisi atmosfer saat ini mengarah pada peningkatan risiko bencana hidrometeorologi.

Ia menyebut wilayah perbukitan di Wonosobo menjadi titik yang paling rentan karena kombinasi hujan deras dan kondisi lereng yang labil. 

“Wonosobo berada dalam jalur cuaca ekstrem hampir setiap hari. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di lereng dan bantaran sungai,” ujarnya, Kamis (5/12/2025).

BMKG melaporkan adanya gangguan atmosfer yang memicu pertumbuhan awan konvektif di Jawa Tengah.

Suhu permukaan laut di Laut Jawa terpantau menghangat dan menambah pasokan uap air. Di sisi lain, belokan angin dan pertemuan massa udara terpantau aktif di wilayah tengah Pulau Jawa sehingga mempercepat pembentukan awan hujan. 

Gelombang ekuatorial Rossby juga bergerak melintas dan ikut memperkuat potensi cuaca buruk.

Kondisi kelembapan udara yang basah hingga lapisan atas serta labilitas lokal yang meningkat membuat awan cumulonimbus tumbuh lebih cepat dan menjulang tinggi.

Situasi ini menempatkan Wonosobo sebagai salah satu wilayah dengan risiko tinggi bencana hidrometeorologi.

Longsor, banjir bandang, angin kencang hingga pohon tumbang menjadi ancaman yang perlu diwaspadai selama periode tersebut, terlebih mengingat karakter geografis Wonosobo yang berbukit dan memiliki banyak aliran sungai.

Dalam rilis resmi BMKG, Wonosobo tercatat berada dalam zona potensi hujan sedang hingga lebat pada 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan 10 Desember.

Hampir tanpa jeda, wilayah Wonosobo diproyeksikan mengalami cuaca basah disertai angin kencang. Sejumlah kecamatan seperti Kejajar, Garung, Kalikajar, Sukoharjo, hingga Mojotengah diperkirakan menjadi daerah dengan tingkat risiko lebih tinggi karena kontur wilayah yang rawan longsor.

Ia mengingatkan agar warga menghindari bantaran sungai, lereng curam, dan area terbuka ketika terjadi kilat dan angin kencang.

Pemerintah desa diminta lebih intens menyosialisasikan peringatan dini kepada warganya agar upaya pencegahan dapat dilakukan sejak awal.

“TRC BPBD terus memantau kondisi di lapangan dan siap merespons cepat jika terjadi kejadian bencana. Kami berharap masyarakat tetap tenang, waspada, dan mengikuti informasi resmi,” ujarnya. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#longsor #cuaca ekstrem #banjir