RADARMAGELANG.ID, Wonosobo— Wilayah Kecamatan Mojotengah, Wonosobo pada Kamis (4/12/2025) terjadi bencana beruntun: longsor, banjir dan angin putting beliung di sejumlah titik.
Petugas gabungan dari BPBD, relawan, dan unsur keamanan masih terus melakukan penanganan di lapangan.
Pendataan sementara mencatat puluhan rumah rusak dan akses jalan sempat terputus.
Koordinator TRC BPBD Wonosobo, Sabarno, menyampaikan bahwa laporan kerusakan berdatangan sejak awal siang.
“Sampai saat ini belum ada informasi lengkap total wilayah yang terdampak. Kami bersama relawan masih terus melakukan asesmen lapangan,” ujarnya Kamis sore.
Situasi mulai memburuk sejak pukul 12.00. Banjir pertama dilaporkan terjadi di Jalan Raya Dieng, tepatnya di Dusun Jawar, Desa Bumirejo.
Intensitas hujan tinggi membuat debit saluran Wangan Aji meningkat drastis hingga menabrak jembatan di atasnya. Air meluap ke jalan raya, menyeret pasir, material baru, serta sampah ke badan jalan.
Kondisi itu memicu kemacetan panjang dari dua arah karena jalur utama menuju Dieng dipenuhi material bawaan air. “Kalau hujan deras, jalur ini hampir pasti banjir dan macet,” ungkap salah satu relawan melalui laporan lapangan.
Banjir juga melanda permukiman warga di Kelurahan Kalibeber, Mojotengah.
Air masuk ke rumah warga, bahkan merendam sebagian area kantor Kecamatan Mojotengah dan ruang-ruang pelayanan di Puskesmas Kalibeber.
Hingga sore hari, petugas bersama warga masih melakukan pembersihan serta memastikan tidak ada warga yang membutuhkan evakuasi.
Di Desa Kebrengan, angin puting beliung yang datang bersamaan dengan hujan deras sekitar pukul 12.30 merusak atap 23 rumah warga.
Personel Siaga Bhayangkara Polres Wonosobo, Polsek Mojotengah, BPBD, dan relawan diterjunkan untuk evakuasi serta pembersihan material.
“Kami memastikan seluruh personel bergerak cepat untuk membantu warga. Fokus utama kami adalah keselamatan masyarakat serta memastikan proses evakuasi berjalan cepat dan tepat,” tegas Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan yang turun langsung meninjau lokasi.
Pendataan kerusakan lanjutan masih dilakukan. Polres dan BPBD juga menyiapkan kerja bakti terpadu untuk percepatan pembersihan lingkungan.
Tidak berselang lama, longsor juga terjadi di Dusun Wonoyoso, Desa Mojosari, sekitar pukul 14.00.
Jalur penghubung Mojosari–Dero Duwur sempat lumpuh total. Kapolres Wonosobo kembali memimpin penanganan bersama personel Siaga Bencana Bhayangkara.
Pembersihan dilakukan secara gotong royong bersama warga dan BPBD. Material tanah berhasil disingkirkan dan jalan kembali bisa dilalui.
“Kami bergerak cepat begitu menerima laporan. Sinergi dengan BPBD dan masyarakat sangat membantu,” kata Sabarno.
Ia mengimbau warga tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan masih tinggi dan potensi longsor di wilayah pegunungan dapat terjadi sewaktu-waktu.
Hingga tulisan ini ditulis, BPBD Wonosobo masih melakukan pemantauan dan asesmen lanjutan untuk memastikan seluruh kebutuhan darurat warga dapat segera ditangani. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo