Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Retakan Tanah Meluas, BPBD Wonosobo Ajukan Kajian ke Badan Geologi

Sigit Rahmanto • Kamis, 27 November 2025 | 06:26 WIB
Petugas meninjau lokasi tanah bergerak yang membuat jalan ambles dan rumah retak di Kecamatan Kaliwiro.
Petugas meninjau lokasi tanah bergerak yang membuat jalan ambles dan rumah retak di Kecamatan Kaliwiro.

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo — Ancaman tanah bergerak di Kecamatan Kaliwiro dan Sukoharjo, kian mengkhawatirkan.

Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tengah meminta kajian teknis dari Badan Geologi Bandung terkait puluhan rumah retak yang ditemukan di beberapa kecamatan.

Tanpa rekomendasi resmi, BPBD mengaku tak dapat menetapkan status darurat maupun memutuskan relokasi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Wonosobo, Sumekto Hendra Kustanto saat ditemui, Selasa (25/11/2025).

Ia menyebut kerusakan rumah di beberapa kecamatan, terutama di Kaliwiro dan Sukoharjo semakin mengkhawatirkan.

Dari hasil pemantauan, puluhan rumah mengalami retak dengan tingkat kerusakan yang berbeda-beda. Sebagian bahkan dinilai sudah tidak layak huni.

“Rumah-rumah yang retak ini perlu kajian detail. Kami sudah kirim laporan ke Badan Geologi. Mereka yang menentukan apakah pergerakan tanah ini berpotensi bertambah besar atau bisa distabilkan,” ujarnya. 

Menurut Sumekto, tanpa hasil kajian tersebut BPBD tidak bisa gegabah menaikkan status atau mengeluarkan rekomendasi relokasi.

“Kalau hasil kajian menyebut kondisi kritis, baru kita bisa ambil keputusan, termasuk tanggap darurat,” tambahnya.

Sementara menunggu rekomendasi, BPBD memperketat pemantauan dan meminta warga meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan intensitas tinggi.

Warga diminta segera mengungsi bila hujan berlangsung lebih dari dua jam, sebab sebagian rumah retak masih tetap ditempati pemiliknya.

BPBD juga merekomendasikan agar warga membangun rumah kayu sebagai alternatif hunian yang relatif aman bagi daerah rawan gerakan tanah.

Wonosobo tercatat sebagai wilayah dengan jenis bencana beragam. Longsor, banjir, gas beracun, hingga angin kencang terjadi di banyak kecamatan.

Kejajar, Kaliwiro, dan Watumalang sering dilanda longsor, sementara angin kencang kerap menerjang Kepil, Kalikajar, dan Kertek.

Sumekto menyebut relawan menjadi kekuatan utama dalam respons cepat.

“Relawan adalah garda pertama. Tanpa mereka kami bukan siapa-siapa. Mereka yang selalu lebih dulu datang,” tuturnya.

Dengan kondisi tanah yang labil dan cuaca yang terus berubah, BPBD menegaskan perlunya kesiapsiagaan warga dalam mengenali tanda-tanda pergerakan tanah, sambil menunggu hasil kajian resmi untuk menentukan langkah penanganan jangka panjang. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#jalan ambles #Sumekto Hendro Kustanto #tanah retak #BPBD Kabupaten Wonosobo #tanah gerak