RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Wonosobo mengadakan uji publik monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi publik (KIP), Kamis (20/11/2025). Kegiatan digelar di Pendopo Bupati ini formatnya berbeda dengan biasanya.
Menurut Kepala Diskominfo Wonosobo, Khristiana Dhewi uji publik bukan sekadar formalitas. Melainkan bentuk nyata komitmen pemerintah terhadap keterbukaandan transparansi.
“Uji publik memastikan keterbukaan informasi benar-benar dipahami, diterapkan, dan memberi manfaat bagi masyarakat. Wonosobo memang telah meraih predikat tiga besar se-Jawa Tengah dalam kategori informatif. Tetapi tanpa dibicarakan bersama masyarakat, capaian itu akan sia-sia. Pemerintah harus menjaga standar informasi yang bersihdan transparan,” jelasnya.
Tahun ini monev KIP tingkat kabupaten diawali dengan self assessment questionnaire (SAQ) oleh masing-masing PPID badan/dinas dan PPID kecamatan. Dari penilaian tersebut, dipilih lima terbaik di setiap kategori untuk masuk ke tahap uji publik.
Di antaranya untuk kategori badan/dinas yaitu BPBD, DPPKBPPA, Arpusda, Dinkes dan Satpol PP. Sedangkan kategori kecamatan terdiri dari Kalikajar, Kaliwiro, Leksono, Wonosobo dan kepil.
Format uji publik 2025 dikemas lebih segar dan edukatif. Menghadirkan tiga panelis profesional, dari Komisioner Komisi Informasi Jawa Tengah, perwakilan Diskominfo Provinsi Jawa Tengah dan akademisi Unsiq. Adapun pengumuman kategori “Terinformatif” akan disampaikan dalam agenda Refleksi Akhir Tahun Pemkab Wonosobo.
Sementara Asisten Administrasi Umum Setda Wonosobo, dr. Mohammad Riyatno,
menyampaikan apresiasi kepada perangkat daerah yang telah berkomitmen melaksanakan keterbukaan informasi publik.
“Transparansi bukan hanya kewajiban, tetapi sarana untuk mencerdaskan masyarakat dan memperkuat kepercayaan publik. Penilaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tegasnya. (rls/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo