RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Kabupaten Wonosobo menjadi pusat aksi nasional mitigasi bencana berbasis vegetasi yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sebanyak 68.000 pohon keras ditanam di daerah hulu kawasan Dieng.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memimpin kegiatan sosialisasi pooling fund bencana (PFB) dan penanaman pohon di camp Swiss van Java, Desa Mlandi, Kecamatan Garung, Kamis (20/11/2025).
Aksi ini bertepatan dengan peringatan Hari Pohon Sedunia dan menjadi puncak penanaman 100 ribu bibit pohon serentak di empat provinsi, yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Banten. Khusus di Jateng, 68 ribu bibit ditanam di wilayah Banjarnegara dan Wonosobo.
“Ini bukan sekadar penghijauan. Ini mitigasi bencana berbasis alam. Akar pohon adalah fondasi yang menjaga tanah tetap kuat, mengikat erosi, dan mencegah longsor,” tegas Suharyanto.
Ia menegaskan, hingga November tahun ini lebih dari 3.000 bencana terjadi di Indonesia. Sebagian besar merupakan bencana hidrometeorologi akibat degradasi lingkungan, terutama di wilayah dengan kontur pegunungan curam.
“Kita tanam pohon hari ini demi kehidupan yang lebih baik di masa depan. Jangan tunggu bencana datang, kita harus cegah,” lanjutnya.
Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein menyatakan kesiapannya mendukung penuh program PFB dan rehabilitasi lingkungan.
Menurutnya, Wonosobo yang berada di hulu DAS Serayu memegang peran vital menjaga keseimbangan tata air di Jawa Tengah wilayah tengah hingga barat daya.
“Penguatan vegetasi di lereng gunung adalah langkah strategis untuk mengurangi longsor dan banjir. Kami siap menjadi garda depan,” ujar Amir.
Acara dihadiri perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Sekda Jateng, jajaran TNI-Polri.
Serta organisasi relawan kemanusiaan seperti PMI, MDMC, LPBINU, FPRB, dan SAR MTA. Penanaman pohon dilakukan secara simbolis oleh kepala BNPB bersama jajaran forkopimda.
BNPB berharap kegiatan ini menjadi model kolaborasi nasional mewujudkan ketangguhan bencana yang berkelanjutan mulai dari daerah rawan di lereng Jawa. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo