RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Sedikitnya 60 relawan dari Kabupaten Wonosobo dikirim untuk bantu penanganan bencana tanah longsor di Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara. Bersama ratusan relawan lainnya, para petugas hingga saat ini masih berjibaku melakukan pencarian para korban.
Sejak Senin malam (17/11/2025), puluhan relawan dari berbagai unsur di Wonosobo telah bergerak menuju lokasi bencana. Mereka bergabung dengan Basarnas dan unsur SAR lain dalam operasi besar yang melibatkan sekitar 500 personel.
Koordinator TRC BPBD Wonosobo, Sabarno, menyebutkan timnya mengirimkan personel secara bertahap untuk memperkuat operasi pencarian.
“Sebagian sudah berangkat dari beberapa hari yang lalu, dan bergantian secara berkala. Kami terus update kondisi dengan Basarnas karena situasinya berubah cepat,” ujarnya.
Para relawan tidak hanya terlibat dalam pencarian korban, tetapi juga pendataan, dukungan logistik, hingga layanan kesehatan di posko pengungsian. “Kami ingin memastikan informasi lapangan akurat agar bantuan tepat sasaran,” tambah Sabarno, saat dihubungi melalui sambungan telfon, Kamis (20/11/2025).
Menurutnya ada beberapa kendala yang ditemui di lapangan saat ini. Terutama karena akses menuju sektor pencarian terbilang ekstrem.
Dari titik apel di Posko Padanarum, tim harus berjalan kaki sekitar dua kilometer karena jalur tertutup material longsor dan masih labil. Rekomendasi Badan Geologi bahkan menegaskan bahwa penggunaan alat berat belum aman dilakukan.
Akibatnya, para relawan mengandalkan alat manual seperti cangkul, alkon, dan perlengkapan ringan lain untuk menembus area longsoran yang masih bergerak.
“Risiko longsor susulan cukup tinggi karena hujan masih turun. Tapi teman-teman relawan tetap siap di garis depan,” kata Sabarno.
Kontribusi relawan menurutnya saat ini tak hanya dalam pencarian 26 korban yang belum ditemukan.
Tim kemanusiaan difokuskan untuk melakukan operasi penyedotan air untuk mengurangi genangan di sektor pencarian, layanan kesehatan untuk korban dan relawan, distribusi bantuan logistik bagi 931 pengungsi, serta penguatan koordinasi lintas daerah untuk mempercepat respons.
Selain itu, mereka juga bertugas memonitor potensi longsor susulan, yang disebut masih tinggi karena retakan horizontal di dataran tinggi dan curah hujan ekstrem.
Namun dengan jumlah personil yang terus berdatangan, ini menjadi bukti solidaritas antar-daerah saat bencana besar melanda.
“Ini bukan hanya tugas kemanusiaan, tapi panggilan nurani. Wonosobo dan Banjarnegara ini tetangga, jadi kami bergerak secepat mungkin begitu laporan masuk,” tegas Sabarno.
Operasi SAR dipastikan masih berlanjut dengan pengawasan ketat, sambil menunggu kondisi tanah cukup stabil untuk melanjutkan pencarian dengan alat berat. Relawan Wonosobo dijadwalkan tetap berada di lokasi hingga operasi dinyatakan selesai. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo