Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Jaringan Pipa Lebih Panjang dari Tol Trans Jawa Jadi Tantangan Menjaga Kestabilan Air PDAM Wonosobo

Sigit Rahmanto • Jumat, 14 November 2025 | 00:37 WIB

 

Dirut Perumda Tirta Aji Wonosobo, M Sjahid bersama jajaran dalam forum konsultasi publik, Kamis (13/11/2025).
Dirut Perumda Tirta Aji Wonosobo, M Sjahid bersama jajaran dalam forum konsultasi publik, Kamis (13/11/2025).

WONOSOBO – Tak banyak yang tahu, panjang jaringan pipa milik Perumda Air Minum Tirta Aji Wonosobo mencapai lebih dari 1.600 kilometer. Angka itu bahkan melampaui panjang ruas tol trans Jawa yang terbentang 1.167 kilometer. 

Fakta tersebut diungkapkan Direktur Utama Perumda Tirta Aji, Muchammad Sjahid, usai menggelar forum konsultasi publik (FKP) di aula kantor setempat, Kamis (13/11/2025).

Menurut Sjahid, luasnya cakupan jaringan itu menjadi bukti besarnya tanggung jawab perusahaan daerah dalam memastikan ketersediaan air bersih bagi warga Wonosobo.

Ia juga menegaskan tantangan terbesar bukan pada panjangnya, melainkan pada pemeliharaan dan kestabilan aliran air di daerah dengan kontur tanah berbukit seperti Wonosobo.

“Kalau dibentangkan, jaringan pipa kami lebih panjang dari tol trans Jawa. Tapi PR-nya bukan di panjangnya, melainkan bagaimana memastikan seluruh jaringan itu tetap berfungsi, tidak bocor, dan tekanan airnya stabil,” terang dia.

Pipa sepanjang itu digunakan untuk menyuplai air pada 110 ribu pelanggan tetap di Kabupaten Wonosobo. Jaringan tersebut meliputi pipa distribusi utama, pipa cabang distribusi (CDB), hingga sambungan rumah tangga di 15 kecamatan.

“Itu sebabnya pemeliharaan harus terus dilakukan, karena sifat medan di Wonosobo tidak bisa diseragamkan,” jelasnya.

Dengan pipa  tersebut, diharapkan distribusi air tetap stabil. Seperti saat menghadapi musim kemarau. Meski debit air menurun, tetapi tidak separah tahun lalu yang tergolong kemarau ekstrem.

“Tahun ini bisa dibilang kemarau basah. Debit menurun, tapi masih terkendali. Kami belajar dari tahun lalu dan sudah siapkan reservoir, penanaman pohon, serta pembuatan sumur resapan untuk menjaga ketersediaan air baku,” katanya.

Upaya konservasi tersebut, lanjutnya, merupakan investasi jangka panjang. “Mungkin efeknya tidak langsung terasa tahun ini, tapi lima sampai sepuluh tahun ke depan. Kami tetap jalankan agar ekosistem air di Wonosobo terjaga,” ujarnya.

Dalam forum konsultasi publik, Sjahid juga menegaskan komitmen Perumda Tirta Aji terhadap keterbukaan dan perbaikan layanan.

Forum tahunan itu menjadi wadah bagi masyarakat untuk memberikan masukan secara langsung kepada manajemen.

“FKP ini bentuk keterbukaan kami. Apapun masukan dari masyarakat akan jadi bahan evaluasi agar pelayanan kami makin maksimal,” tegasnya.

Ia menambahkan, sebagian besar rekomendasi dari forum tahun lalu sudah diselesaikan. “Kami tidak pernah berhenti belajar. Dari forum seperti inilah kami bisa menyesuaikan pelayanan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#kebocoran air #Perumda Air Minum Tirta Aji Wonosobo #muchammad sjahid #jaringan pipa