Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Solar Langka, Terjadi Antrean Panjang di Sejumlah SPBU di Wonosobo

Sigit Rahmanto • Kamis, 6 November 2025 | 05:21 WIB
Antrean memanjang di SPBU Krasak, Mojotengah, Wonosobo. 
Antrean memanjang di SPBU Krasak, Mojotengah, Wonosobo. 

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Wonosobo mengalami kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sejak awal November 2025.

Kondisi ini memicu antrean panjang kendaraan, terutama truk pengangkut barang dan mobil diesel, di sejumlah titik.

Pantauan di lapangan, antrean kendaraan solar tampak di SPBU Ngasinan, Sawangan, Kertek, dan Krasak.

Di SPBU Krasak, Kecamatan Mojotengah, misalnya, puluhan truk tampak mengular hingga ke tepi jalan sejak pagi.

Beberapa sopir bahkan terpaksa menunggu berjam-jam demi mendapatkan solar, sementara sebagian lainnya memilih mematikan mesin dan menunggu antrean bergerak.

“Sudah tiga hari terakhir begini terus. Solar sering kosong, kalaupun ada, antreannya panjang banget,” keluh Supriyanto, 38, sopir truk pengangkut sayur dari Kecamatan Kejajar yang ditemui di lokasi, Rabu (5/11/2025).

Ia mengaku harus datang lebih awal agar tidak kehabisan bahan bakar.

Jika terlambat, stok di SPBU biasanya sudah habis sebelum siang.

“Biasanya jam sepuluh pagi sudah kosong. Kalau tidak dapat, ya truk nganggur. Barang tidak bisa dikirim, rugi di waktu dan biaya,” ujarnya.

Kelangkaan ini juga dikeluhkan oleh sopir lain yang menjadi kondektur bus jurusan Wonosobo-Dieng.

Ia menilai kondisi ini memperlambat pekerjaan dan menambah ongkos operasional.

“Solar sekarang susah banget. Kadang harus keliling ke dua atau tiga SPBU dulu baru bisa isi. Kalau solar langka begini, semua pekerjaan ikut tersendat,” tuturnya.

Merespon hal tersebut, Heri, staf SPBU Ngasinan, Wonosobo menyebut pasokan solar di tempatnya memang saat ini menurun drastis.

“Biasanya kami mendapat suplai 8.000 liter per hari, sekarang hanya 5.300 liter. Jadi pengiriman tidak bisa dilakukan setiap hari,” ungkapnya.

Menurutnya, kemampuan penjualan solar di SPBU Ngasinan biasanya berkisar antara 6.500 hingga 7.000 liter per hari.

Dengan berkurangnya jatah, pihaknya terpaksa membatasi jumlah pembelian agar stok tidak langsung habis.

Senada, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop UKM) Kabupaten Wonosobo, Sri Wahyuningsih, membenarkan kelangkaan solar terjadi akibat menipisnya kuota tahunan.

“BBM jenis solar itu ditentukan berdasarkan kuota di awal tahun. Kuota tersebut dihitung dari realisasi penyaluran tahun sebelumnya serta permintaan dari masing-masing SPBU,” jelasnya.

Ia menjelaskan, kuota untuk satu tahun ditetapkan oleh pemerintah provinsi berdasarkan usulan kabupaten/kota.

Jika dalam perjalanan konsumsi meningkat tajam, maka stok bisa menipis lebih cepat menjelang akhir tahun.

“Biasanya pada bulan-bulan ramai seperti menjelang akhir tahun, penggunaan solar meningkat. Jadi sangat mungkin kuota yang tersedia cepat habis,” tambahnya. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#bbm #solar #spbu #antrean panjang #langka air