Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

BUMDes Kusuma Desa Ngadikusuman Kertek Wonosobo Menuju Desa Mandiri : Dari Nol, Kini Kelola Enam Unit Usaha

Sigit Rahmanto • Rabu, 5 November 2025 | 18:17 WIB
Pengurus BUMDes Kusuma Jaya mengenalkan peternakan terintegrasi dengan memanfaatkan magot BSF di kandangnya.
Pengurus BUMDes Kusuma Jaya mengenalkan peternakan terintegrasi dengan memanfaatkan magot BSF di kandangnya.

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Tak semua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mampu bertahan dan berkembang di tengah banyaknya tantangan pengelolaan.

Namun, BUMDes Kusuma Jaya, Desa Ngadikusuman, Kecamatan Kertek, justru bisa membuktikan diri terus tumbuh. Butuh waktu hingga lima tahun, lembaga ekonomi desa ini memiliki sedikitnya enam unit usaha aktif dan mulai menapaki kemandirian.

Direktur BUMDes Kusuma Jaya, Rozi Cahyadi, menuturkan perjalanan itu tak semudah membalik telapak tangan. Sejak resmi berdiri, pihaknya baru bisa menjalankan aktivitas usaha pada 2021. 

“Awalnya kami memulai dari satu-dua unit kecil, seperti layanan pembayaran dan depot air minum. Sekarang, alhamdulillah sudah ada enam unit yang berjalan,” ujarnya saat ditemui di lokasi pengembangan peternakan ayam, Selasa (4/11/2025).

Enam unit tersebut dimulai dari layanan retail transaksi keuangan, depot air minum isi ulang, cucian mobil dan motor, pengelolaan aset desa berupa kolam dan gedung olahraga, serta pengelolaan PAM desa.

Terbaru, BUMDes juga mengembangkan unit ketahanan pangan berbasis budidaya ayam jawa super (Joper).

“Dari awal kami tak berpikir soal honor. Kami sepakat bagaimana amanah dan tanggung jawab ini bisa kami selesaikan dulu. Baru bicara hak setelah usaha berjalan stabil,” tegas Rozi, didampingi Direktur Keuangan, Saringat Oka.

Kini, BUMDes Kusuma Jaya telah mengelola modal Rp 90 juta dari tahun-tahun sebelumnya, ditambah suntikan dana ketahanan pangan sebesar Rp 186 juta dari pemerintah desa tahun anggaran 2025.

Dana tersebut digunakan untuk memperkuat unit usaha baru di sektor peternakan ayam dan revitalisasi jaringan PAM Desa senilai Rp 70 juta.

Dari sisi pendapatan, Rozi menyebut meski masih tergolong kecil, tren pertumbuhannya terus naik.

Tahun 2024, BUMDes telah menyumbang pendapatan asli desa (PADes) hingga puluhan juta rupiah. “Kami memang belum besar, tapi trennya tumbuh. Dan yang lebih penting, BUMDes sudah mulai bisa hidup dari usaha sendiri,” katanya.

Salah satu unit yang paling berkontribusi yakni PAM desa. Kini, pelanggan air bersih BUMDes mencapai lebih dari 200 rumah tangga yang dikelola secara profesional.

Dengan sistem digital menggunakan water meter dan aplikasi penarikan iuran. Tarifnya dibuat merakyat dengan penetapan tarif mulai Rp 500 per meter kubik bagi pengguna kecil hingga Rp 2.000 bagi pelanggan besar sebagai bentuk subsidi silang bagi warga berpenghasilan rendah.

Saat ini BUMDes juga menggarap pengembangan peternakan ayam jawa super dengan target 2.000 ekor.

Sistemnya akan melibatkan masyarakat lewat pola kemitraan inti-plasma. Selain memperkuat ketahanan pangan, skema ini juga diharapkan membuka lapangan kerja dan menjaga perputaran ekonomi tetap berada di desa.

“Prinsip kami sederhana, ekonomi desa harus berputar di desa. Dari desa, untuk desa, dan kembali ke masyarakat desa,” tutup Rozi. (git/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#BUMDes Kusuma Jaya #Kecamatan Kertek #Unit Usaha #tumbuh