Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Tanah Gerak di Kaliwiro Wonosobo Meluas, Ratusan Rumah Retak dan Amblas

Sigit Rahmanto • Senin, 3 November 2025 | 03:55 WIB
Warga Desa Pucungkerep menunjukkan tembok rumahnya yang rejak memanjang.
Warga Desa Pucungkerep menunjukkan tembok rumahnya yang rejak memanjang.

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Fenomena tanah gerak kembali mengancam pemukiman warga di Kecamatan Kaliwiro, Wonosobo.

Ratusan rumah mengalami kerusakan mulai dari ringan hingga berat di Dusun Purwo dan Dusun Krandegan, Desa Pucungkerep.

Pergerakan tanah disebut masih terus berlangsung setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Kepala BPBD Kabupaten Wonosobo, Sumekto Hendro Kustanto, saat dikonfirmasi Minggu (2/11/2025), membenarkan kondisi tersebut.

“Tanah gerak di Pucungkerep bukan fenomena baru. Namun intensitasnya kini meningkat seiring curah hujan yang cukup tinggi. Tim gabungan sudah kami turunkan untuk asesmen dan sosialisasi kepada warga,” ujarnya.

Berdasarkan laporan relawan Penanggulangan Bencana (RPB) SAR Kaliwiro, pergerakan tanah ini berlangsung sejak 29 Oktober 2025 dan cenderung memburuk setiap kali hujan turun.

Setidaknya 200 kepala keluarga (KK) terdampak langsung di dua dusun tersebut. Beberapa rumah bahkan sudah tidak layak huni karena dinding retak, lantai amblas, dan sebagian miring.

Dari hasil asesmen BPBD bersama pemerintah kecamatan dan TNI-Polri, kerusakan juga meluas ke sejumlah fasilitas umum.

Di antaranya, jalan desa sepanjang 200 meter dan jalan kabupaten sepanjang 100 meter mengalami kerusakan parah.

Talut jalan sepanjang 20 meter turut ambruk. Sementara satu tempat ibadah dilaporkan rusak sedang, dan lima KK terpaksa mengungsi ke rumah kerabat.

Sumekto mengatakan gerakan tanah di wilayah itu sejatinya telah terjadi sejak tahun 2000, dan selalu aktif setiap musim hujan.

“Namun dalam dua tahun terakhir, skalanya semakin meluas. Tahun lalu ada lima rumah yang sudah diusulkan untuk bantuan perbaikan, tapi kini jumlahnya meningkat tajam,” katanya.

Tim gabungan masih melakukan pendataan ulang untuk memutakhirkan data kerusakan.

Warga juga telah mendapat imbauan agar segera mengungsi ke tempat aman apabila hujan turun lebih dari 30 menit.

BPBD merekomendasikan agar dilakukan kajian geologi lanjutan oleh ESDM atau PVMBG terkait kelayakan lahan untuk tempat tinggal.

“Kami minta masyarakat tetap waspada dan tidak memaksakan diri bertahan di rumah yang sudah retak atau miring,” tegas Sumekto.

Sementara itu, di lapangan, sisa puing rumah yang hancur tampak mulai ditinggalkan pemiliknya.

Beberapa warga memilih mengamankan barang berharga dan tinggal di rumah saudara.

Meski belum ada korban jiwa, keresahan warga semakin meningkat setiap kali hujan mengguyur kawasan perbukitan di Kaliwiro. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#Kaliwiro #rumah retak #Sumekto Hendro Kustanto #BPBD Wonosobo #mengungsi #tanah amblas