Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Cegah Kelangkaan Regenerasi Petani, Ajak Generasi Muda Belajar di Kebun Belajar Tani Dispaperkan Wonosobo

Sigit Rahmanto • Kamis, 30 Oktober 2025 | 01:25 WIB
Para pelajar tengah belajar di Kebun Belajar Tani milik Disperpa Wonosobo.
Para pelajar tengah belajar di Kebun Belajar Tani milik Disperpa Wonosobo.

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (Dispaperkan) Kabupaten Wonosobo kenalkan kebun belajar ke para pelajar. Mereka diajarkan berbagai cara menanam dari hulu ke hilir. 

Hal ini untuk memastikan anak muda tidak merasa asing dengan sektor pertanian. Pasalnya, jika proses tranfer ilmu ini tidak di lakukan, dalam dua dekade ke depan, Wonosobo bisa kekurangan tangan muda yang mau turun ke sawah.

Melalui program Kebun Belajar Tani, Disperpa menyasar pelajar SMP dan SMA untuk dikenalkan langsung pada dunia pertanian.

“Kami ingin anak-anak paham bagaimana pangan dihasilkan, dari proses olah tanah sampai pasca panen. Ini bukan sekadar belajar di kebun, tapi menanam kesadaran sejak dini,” kata Kepala Disperpa, Dwiyama Satyani, Senin (27/10/2025).

Program yang digelar 15 kali sepanjang 2025 ini tak hanya berfokus pada praktik tanam dan panen, tapi juga pengolahan pupuk organik dan pengenalan alat pertanian modern.

“Petani tak bisa terus mengandalkan tenaga tua. Kita butuh generasi muda yang paham teknologi dan mau terjun ke sektor pangan,” tambahnya.

Kepala Bidang Bina Program dan Penyuluhan, Umar Shoid, menegaskan krisis petani muda adalah persoalan nyata.

“Lahan subur kita bisa jadi percuma kalau tak ada yang mau mengolah. Karena itu, kami dorong anak muda untuk melihat pertanian bukan sebagai pekerjaan tradisional, tapi peluang masa depan,” tegas Umar.

Salah satu peserta, Rahma Anisa, mengaku pengalaman belajar di kebun membuka matanya terhadap potensi pertanian.

“Biasanya cuma lihat petani dari jauh. Sekarang tahu sendiri ternyata seru dan gak seberat yang dikira,” ujar siswi SMA asal Selomerto itu.

Disperpa berharap Kebun Belajar Tani bisa menjadi langkah awal mengembalikan kebanggaan menjadi petani.

Sebab di tengah ancaman krisis pangan dan lahan yang kian menyempit, menanam tak lagi sekadar profesi, tapi bentuk penyelamatan masa depan. (git/lis)

 

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#kebun belajar tani #Dwiyama Satyani Budyayu #Dispaperkan Kabupaten Wonosobo #pelajar