RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo menata ulang wajah Alun-alun Wonosobo agar lebih indah dan nyaman bagi warga.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) melakukan revitalisasi alun-alun fokus pada pembenahan jalur pedestrian, fasilitas olahraga, serta penataan ruang publik agar lebih fungsional.
Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR Wonosobo, Wiryana Widianto, mengatakan proyek tersebut dibiayai melalui bantuan keuangan Provinsi Jawa Tengah tahun anggaran 2025.
“Angka pagunya Rp 1 miliar. Setelah proses tender, nilainya turun jadi sekitar Rp 910 juta,” jelasnya.
Menurut Wiryana, revitalisasi tahun ini difokuskan pada elemen-elemen yang paling dibutuhkan masyarakat.
Salah satunya, penyamaan material trotoar yang masih menggunakan paving agar seragam dengan sisi timur alun-alun yang sudah dilapisi granit.
Selain itu, jalur jogging dan taman yang rusak akan diperbaiki agar kembali nyaman digunakan warga.
“Fokus kami bagaimana kawasan ini bisa tetap menjadi pusat aktivitas olahraga warga, seperti jalan pagi atau jogging,” katanya.
Tak hanya pedestrian, proyek juga menyasar integrasi jalur sepeda di lingkar luar alun-alun agar olahraga bisa dilakukan dengan lebih aman dan tertib.
Fasilitas olahraga seperti lapangan basket dan voli turut dibenahi agar lebih fleksibel digunakan untuk kegiatan besar.
Lapangan basket akan digeser ke sisi selatan, sementara lapangan voli diperkuat dengan cor beton dan dilengkapi tiang portable agar mudah dibongkar pasang.
“Tujuannya supaya lebih estetis. Karena sebelumnya tiang di tengah sering mengganggu acara besar,” ungkapnya.
Total panjang jalur pedestrian yang dibangun mencapai 265 meter hasil lelang, ditambah 80 meter tambahan dari APBD. Semua jalur akan dilapisi granit dan dilengkapi akses difabel.
Selain perbaikan fisik, proyek ini juga mencakup penataan lingkungan.
Mulai dari pengerukan lumpur, pemangkasan pohon tua, hingga pembenahan taman dan area hijau. Akses keluar-masuk alun-alun pun akan ditata ulang untuk menertibkan arus pejalan kaki.
“Hanya tiga titik penyeberangan utama yang difungsikan, yaitu di depan Kodim 0707, SMPN 1 Wonosobo, dan kantor Setda. Yang lain akan ditutup dan dijadikan taman,” jelas Wiryana.
Revitalisasi ditarget rampung pertengahan Desember 2025 dengan masa kerja dua bulan.
Namun, cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi masih menjadi tantangan utama. Menurut Wiryana, tujuan akhir proyek ini adalah mengembalikan fungsi Alun-alun Wonosobo sebagai ruang publik yang tertib, aman, dan representatif.
“Harapannya nanti ada kolaborasi dengan masyarakat dan dinas lain untuk menjaga keindahan alun-alun,” ujarnya. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo