RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Pemerintah Kabupaten Wonosobo memberikan perhatian kepada pengajar pendidikan keagamaan di tingkat akar rumput dengan memberi dana insentif.
Tahun ini, dana insentif bagi para guru ngaji kembali digelontorkan dengan total mencapai Rp 720 juta, yang disalurkan melalui tiga lembaga. Yakni pondok pesantren, madrasah diniyah, dan taman pendidikan Alquran (TPQ).
Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Wonosobo, Khoirulloh Nurudin atau akrab disapa Gus Khoir, mengungkapkan insentif tersebut diberikan kepada ribuan ustaz dan ustazah sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap peran besar mereka dalam membentuk karakter generasi muda.
“Setiap penerima mendapatkan Rp 1,2 juta per tahun, atau setara Rp 100 ribu per bulan. Nilainya memang tidak besar, tapi sangat membantu bagi para ustaz di lapangan. Uang Rp 100 ribu ini insya Allah sangat bermanfaat,” ujarnya saat ditemui usai peringatan Hari Santri, beberapa hari lalu.
Menurut Gus Khoir, skema bantuan ini telah berjalan selama tiga tahun terakhir dan menjadi bukti sinergi antara Pemkab Wonosobo dan lembaga pendidikan keagamaan.
Dari total penerima, sekitar 10 ribu guru ngaji di seluruh kabupaten telah mendapat manfaat, sementara sekitar 1.200 orang masih menunggu giliran.
“Tahun ini sekitar 50 persen yang belum terakomodasi di provinsi sudah ditutup oleh pemerintah kabupaten. Insya Allah nanti kami akan komunikasikan lagi dengan Pak Bupati dan Wakil Bupati agar kebutuhan ini bisa ditambah pada tahun 2026,” imbuhnya.
Ia berharap, ke depan jumlah penerima dapat terus bertambah seiring meningkatnya perhatian pemerintah terhadap pendidikan berbasis pesantren dan keagamaan.
“Ini bukan hanya soal angka, tapi soal penghargaan atas perjuangan para ustaz dalam menjaga moral dan akhlak generasi muda Wonosobo,” pungkasnya. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo