RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) Sedunia 2025 di Kabupaten Wonosobo berlangsung semarak di SMA Muhammadiyah Wonosobo, Jumat (17/10/2025).
Kegiatan yang dirangkai dengan agenda Jumat Berseri (bersih, sehat, dan rapi) itu menjadi momentum memperkuat budaya hidup bersih di lingkungan pelajar.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menegaskan pentingnya menjadikan perilaku hidup sehat sebagai bagian dari karakter siswa.
“Hari ini (kemarin, Red) kita tidak hanya memperingati HCTPS, tapi juga membangun kesadaran bersama agar mencuci tangan dengan sabun menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar seremonial,” ujarnya.
Afif meminta Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan untuk turun langsung memeriksa fasilitas cuci tangan di seluruh sekolah, mulai SD hingga SMA. Ia menekankan, ketersediaan air bersih dan lingkungan yang sehat harus menjadi perhatian serius.
“Saya minta dicek semua sekolah, pastikan sarana cuci tangan dan air bersihnya tersedia. Itu bagian penting dari pendidikan karakter,” tegasnya.
Selain aksi cuci tangan masal, kegiatan juga diisi dengan edukasi kesehatan dan pembagian tablet tambah darah (TTD) kepada remaja putri.
Hadir dalam acara tersebut jajaran PD Muhammadiyah Wonosobo. Ada Ketua PD Muhammadiyah Bambang W.E.N, Wakil Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Wonosobo Yusuf Effendi, Ketua Komite SMA Muhammadiyah Wonosobo, Muchson dan Kepala SMA Muhammadiyah Wonosobo, R. Budi Prasetyo, S.Pd.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Jaelan menjelaskan bahwa pemberian TTD merupakan upaya mencegah anemia dan stunting sejak usia sekolah.
“Remaja putri yang sehat hari ini akan menjadi ibu yang kuat di masa depan. Karena itu, kami dorong pendidikan gizi dan kesehatan reproduksi dilakukan sejak dini,” katanya.
Jaelan menambahkan, Dinas Kesehatan akan terus memperkuat kolaborasi dengan sekolah-sekolah dalam program kesehatan remaja.
Termasuk kampanye gizi seimbang dan pentingnya konsumsi ASI bagi generasi berikutnya. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo