Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Polres Wonosobo Dalami Kasus Dugaan Bullying, Jenazah Korban Dibongkar untuk Otopsi

Sigit Rahmanto • Jumat, 10 Oktober 2025 | 04:52 WIB
Proses pembongkaran makam TA, bocah 9 tahun yang diduga menjadi korban bullying,  untuk dilakukan otopsi oleh di RSUD Setjonegoro, Kamis (9/10/2025).
Proses pembongkaran makam TA, bocah 9 tahun yang diduga menjadi korban bullying, untuk dilakukan otopsi oleh di RSUD Setjonegoro, Kamis (9/10/2025).

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo  – Penyidik Satreskrim Polres Wonosobo akhirnya membongkar jenazah TA, siswa SD yang diduga menjadi korban bullying di sekolahnya.

Pembongkaran dilakukan Kamis (9/10/2025) sekitar pukul 09.00 pagi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Kertek, Wonosobo.

Kasatreskrim Polres Wonosobo AKP Arif Kristiawan menjelaskan, langkah tersebut diambil sebagai bagian dari proses penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Setelah dilakukan pembongkaran, jenazah langsung dibawa ke RSUD Setjonegoro Wonosobo untuk dilakukan otopsi oleh tim forensik.

“Setelah kami mendapatkan informasi adanya anak yang meninggal dunia, kami langsung melakukan tindakan resumasi. Langkah ini penting untuk memperoleh kejelasan tentang sebab-sebab kematian korban,” jelas Arif saat dikonfirmasi, Kamis (9/10/2025).

Menurutnya, hasil pemeriksaan baru dapat diketahui setelah melalui tahapan pemeriksaan laboratorium di Polda Jawa Tengah.

“Kami belum bisa memastikan kapan selesai dan keluar hasilnya karena masih harus dicek lab di Polda Jateng terlebih dahulu. Tapi kami akan sampaikan hasilnya secepatnya setelah kami terima,” ujarnya.

Arif menambahkan, setelah proses otopsi selesai, jenazah TA akan langsung dimakamkan kembali di TPU Kelurahan Kertek.

Sebelumnya, pihak keluarga sempat menolak dilakukannya otopsi. Namun, setelah diberikan pemahaman oleh pihak kepolisian, keluarga akhirnya legawa dan memberikan izin.

“Kami berempati dengan keluarga korban atas musibah ini. Setelah kami berikan penjelasan, alhamdulillah keluarga bisa menerima dan mengizinkan proses otopsi,” katanya.

Hingga Kamis malam, penyidik masih terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk orang tua korban dan warga sekitar.

“Kami sudah memeriksa saksi secara maraton, termasuk orang tua dan lingkungan sekitar. Pemeriksaan akan terus kami lakukan, termasuk terhadap pihak sekolah bila diperlukan,” terang Arif.

Pihak kepolisian hingga kini belum dapat memastikan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban sebelum hasil otopsi keluar.

“Kami belum bisa menyimpulkan apa pun. Kami masih menunggu hasil resmi dari tim forensik,” pungkasnya.

Diketahui jenazah TA, telah dimakamkan di TPU pada Rabu (8/10) pagi setelah dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (7/10/2025) malam di PKU Muhamadiyah Wonosobo.

Menurut keterangan keluarga, korban sebelumnya mengaku dipukul temannya, lalu mengeluh sakit perut dan sesak nafas. Korban telah dibawa ke dokter namun tak kunjung sembuh.

Kemudian dirawat di RS PKU Muhammadiyah dan dilakukan operasi karena hasil rontgennya ada cairan. Usai operasi kondisinya terus menurun. Pada Selasa malam korban meninggal. (git/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#bullying #kertek #siswa sd #Polres Wonosobo