RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 35 Wonosobo resmi beroperasi sejak 15 Agustus 2025. Setelah lebih dari sebulan berjalan, kondisi siswa yang tinggal di asrama mulai menunjukkan kestabilan.
Kepala SRMA 35 Wonosobo, Anik Wulandari Permana, menyebut adaptasi siswa berlangsung cukup cepat. “Kestabilan anak-anak sekarang sudah 95 persen, tapi tetap butuh proses,” ujarnya, Jumat (26/9/2025).
Dalam keseharian, kegiatan belajar mengajar berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 15.30.
Setelah itu, siswa diarahkan mengikuti aktivitas mandiri seperti olahraga, mencuci pakaian, hingga diskusi kelompok. Pada malam hari, jadwal diisi dengan ibadah serta istirahat teratur.
Saat ini, sekolah masih menjalankan tahap matrikulasi sebelum beralih ke sistem SKS berbasis Learning Management System (LMS).
Selain itu, minat dan bakat siswa dipetakan melalui tes kesehatan serta DNA talent mapping untuk mendukung pengembangan ekstrakurikuler.
Fasilitas dasar pendidikan sudah tersedia. Namun, distribusi perangkat pendukung pembelajaran seperti laptop, PC, dan smartboard masih menunggu kiriman dari Kementerian Sosial.
Anik menegaskan, peran guru di SRMA tidak hanya sebatas pengajar, melainkan sebagai pendamping dan orang tua bagi para siswa di asrama.
“Guru bukan hanya mengajar, tapi juga teman dan orang tua. Orang tua pun kami edukasi supaya tega melepas anak-anak, karena kestabilan siswa sangat dipengaruhi kestabilan orang tua,” terangnya.
Salah satu siswa, Ferdika, mengaku mulai betah tinggal di asrama. Meski masih rindu rumah, ia menilai pengalaman baru bersama teman-teman menjadi hal berharga.
“Rasanya senang, asyik bisa mengenal teman baru dan bersosialisasi. Saya ingin lebih mandiri, bisa membanggakan orang tua, dan cita-cita saya menjadi guru,” ungkapnya. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo