RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Hingga September 2025, panen tembakau di Kabupaten Temanggung, sudah mencapai 55 persen. Para petani terpaksa memetik daun tembakau agar kualitasnya tidak rusak di lahan.
Bupati Temanggung Agus Setyawan menyampaikan, sebagian besar petani di wilayah Kabupaten Temanggung saat ini memasuki masa panen daun tengahan. Daun tersebut dikenal sebagai kualitas terbaik.
“Di Temanggung Utara panen sudah hampir 60 persen, Temanggung Selatan sekitar 50 persen, jadi rata-rata panen tembakau sudah mencapai 55 persen,” katanya, Rabu (10/9/2025).
Agus menyebut, kondisi cuaca yang tidak menentu berpengaruh besar pada kualitas daun tembakau.
Terlebih, intensitas hujan tinggi membuat pertumbuhan tanaman tidak maksimal karena kadar air berlebih. Sementara musim panas panjang menyebabkan daun cepat menguning.
“Dengan kondisi ini, petani biasanya buru-buru memetik agar tanaman tidak rusak di lahan,” ujarnya.
Di sisi lain, bupati mengungkapkan kabar baik terkait masukan petani soal potongan timbangan saat penjualan tembakau ke pabrikan.
Selama ini, satu keranjang tembakau kerap dipotong hingga 20 persen. Hal itu memungkinkan keuntungan petani yang mepet dengan biaya produksi.
Namun kini, ada pabrikan yang mulai menerapkan potongan hanya sebesar berat keranjang, yakni 6 kilogram.
“Alhamdulillah, sudah ada pabrikan yang menerapkan pola itu. Jadi tidak dipotong 20 persen lagi. Harapannya, semua pabrikan yang membeli tembakau Temanggung bisa ikut menerapkan pola ini,” jelas Agus.
Pabrikan besar sudah aktif membeli tembakau Temanggung. Di antaranya pabrik rokok Djarum, Sukun, Wismilak, Gudang Baru, Sejahtera, Merabo, dan AOI.
Untuk harga, lanjut Agus, tembakau kering kualitas non-gula grade C, khususnya jenis Kemloko 1, sementara ini dihargai Rp 80 ribu per kilogram.
"Kami terus berupaya agar pabrikan bisa menaikkan harga lagi, terutama untuk menjaga semangat petani. Untuk yang pabrikan besar dengan kualitas grade D itu standar harganya belum keluar," lanjutnya.
Agus menambahkan, dengan kualitas tembakau yang tetap dikenal unggul di pasar nasional, Pemkab Temanggung berharap hasil panen tahun ini bisa terserap sepenuhnya oleh industri rokok.
"Ya moga-moga hasil panen petani tembakau di Temanggung bisa terserap semua. Meski di musim ini petani harus menghadapi cuaca dan fluktuasi harga," tambahnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo