RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Pemerintah Kabupaten Wonosobo melakukan rotasi besar-besaran di jajaran pejabat eselon II. Sebanyak 12 pejabat pimpinan tinggi pratama resmi dilantik dan menempati posisi baru dalam struktur birokrasi.
Pelantikan bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-200 Kabupaten Wonosobo, Kamis (24/7/2025) sore di Pendopo Kabupaten.
Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo One Andang Wardoyo menegaskan, pelantikan ini merupakan bagian dari proses penyegaran dan penataan organisasi dalam rangka peningkatan efektivitas kerja perangkat daerah.
“Proses rotasi dan mutasi ini sudah melalui mekanisme seleksi terbuka serta pertimbangan dari Tim Penilai Kinerja. Harapannya, dengan penempatan pejabat baru ini, roda organisasi dapat berjalan lebih optimal dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Apalagi pelantikan ini bertepatan dengan momentum dua abad Wonosobo, yang harus dimaknai sebagai semangat baru untuk percepatan pembangunan daerah,” ujar Andang usai acara.
Sejumlah posisi strategis mengalami pergeseran. Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah Mohamad Kristijadi, kini mengemban amanah sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan.
Posisinya digantikan oleh Tri Antoro yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Kepegawaian Daerah.
Perubahan juga terjadi di sektor informasi publik. Khristiana Dhewi dipercaya menjadi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika menggantikan Fahmi Hidayat yang berpindah ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.
Sementara Agus Wibowo yang sebelumnya berada di dinas tersebut kini menempati posisi Sekretaris DPRD.
Perpindahan jabatan juga menyentuh sektor perencanaan, arsip, serta bidang perlindungan masyarakat.
Dudi Wardoyo yang sebelumnya menjabat Kepala Pelaksana BPBD kini dipercaya menjadi Kasatpol PP. Sementara Sumekto Hendro Kuswanto menjadi Kepala BPBD.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menekankan, pelantikan ini bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan upaya serius untuk mempercepat pelayanan dan memperkuat tata kelola pemerintahan.
“Saya berharap seluruh pejabat yang dilantik bisa langsung bekerja cepat, penuh integritas, dan membawa inovasi. Jabatan adalah amanah, dan masyarakat menunggu hasil nyata, bukan janji,” tegasnya. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo