Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Mahasiswa KKN Untidar dan Komunitas Peduli Lingkungan Kembangkan Inovasi Ramah Bumi di Desa Selokromo, Wonosobo

H. Arif Riyanto • Senin, 21 Juli 2025 | 02:42 WIB
Warga Desa Selokromo, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo antusiasme saat sesi praktik pembuatan paving block dari sampah plastik.   
Warga Desa Selokromo, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo antusiasme saat sesi praktik pembuatan paving block dari sampah plastik.  

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Mahasiswa KKN Kelompok 18 Universitas Tidar (Untidar) bersama Komunitas Peduli Lingkungan dari Purbalingga menggelar kegiatan edukasi sekaligus praktik pemanfaatan sampah anorganik menjadi barang bernilai, Minggu (20/7/2025).

Kegiatan tersebut dihelat di Balai Desa Selokromo, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo.

Dalam kegiatan ini dikenalkan tiga inovasi utama dalam pengelolaan limbah, yaitu pembuatan paving block dari sampah plastik, pemanfaatan limbah organik menjadi biogas, serta pengembangan bio-solar dari asap sampah plastik.

Ketiga inovasi ini didemonstrasikan langsung kepada peserta dengan pendekatan edukatif dan praktik sederhana yang mudah direplikasi.

Ketua Tim KKN Selokromo 18 Septiawan mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap krisis lingkungan, khususnya terkait penumpukan sampah yang masih menjadi persoalan di banyak desa.

“Tujuan kegiatan ini harapannya bisa menjadi perhatian khusus, supaya pemerintah desa bahkan pemerintah daerah bisa mengupayakan pengembangan inovasi serupa demi bumi yang lebih sehat, bersih, dan minim penumpukan sampah. Karena buktinya, jika dikelola dengan baik, sampah bisa menghasilkan barang yang bernilai,” ujar mahasiswa yang akrab disapa Mas Unyil ini kepada Jawa Pos Radar Magelang, Minggu (20/7/2025).

Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemuda, perangkat desa, ketua RT dan RW, hingga anggota PKK Desa Selokromo.

Antusiasme peserta tampak jelas saat sesi praktik berlangsung, khususnya saat mencoba langsung proses pembuatan paving block berbahan dasar sampah plastik dan uji nyala biogas dari limbah rumah tangga.

Perwakilan Komunitas Peduli Lingkungan Furqon menjelaskan, semua alat yang digunakan dalam praktik kali ini memang sengaja disesuaikan agar bisa diterapkan di berbagai tempat tanpa biaya besar.

“Sebenarnya kita menggunakan alat-alat sederhana, seperti ini agar bisa dipraktikkan dan diterapkan di manapun. Karena inovasi yang kami buat tergolong low budget dibandingkan alat profesional yang saat ini banyak dibicarakan. Hanya saja, kendala yang paling terasa adalah soal izin Amdal, karena proses perizinannya cukup sulit dan butuh biaya yang lumayan besar,” ungkapnya.

Dikatakan, melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Selokromo dapat lebih termotivasi untuk mengelola sampah secara mandiri dan kreatif.

“Inovasi-inovasi lokal seperti ini tidak hanya menyelesaikan masalah sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan menciptakan desa yang lebih mandiri secara lingkungan,” katanya. (*/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
#paving block #universitas tidar #kkn #wonosobo #untidar #Kecamatan Leksono